P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4
Bookmark

Translate

Tiga Kuliner Legendaris Bandung yang Selalu Ramai: Batagor Kingsley, Sate Jando Gasibu, dan Warung Nasi Ma Eha

Featured Image

Wisata Kuliner Legendaris di Bandung yang Harus Dicoba

Bandung tidak hanya dikenal sebagai kota yang indah, tetapi juga memiliki pesona kuliner yang sangat beragam dan khas. Mulai dari jajanan kaki lima hingga hidangan rumahan yang penuh nostalgia, kota ini menawarkan pengalaman makan yang tak terlupakan. Di antara banyaknya tempat makan, ada tiga kuliner legendaris yang selalu menjadi favorit para pecinta makanan: Batagor Kingsley, Sate Jando Gasibu Bandung, dan Warung Nasi Ma Eha. Ketiganya bukan hanya sekadar tempat makan, tetapi bagian dari sejarah kuliner Bandung yang telah melewati berbagai generasi.

Masing-masing tempat ini memiliki ciri khas tersendiri, namun semuanya memiliki satu kesamaan: rasa autentik yang tak tergantikan. Dari batagor gurih yang melegenda, sate jando dengan tekstur lembut, hingga masakan rumahan yang hangat ala Ma Eha—semuanya menyuguhkan pengalaman berbeda bagi lidah para pencinta kuliner. Jika Anda berniat menjelajahi Bandung, tiga tempat ini wajib masuk daftar kunjungan. Berikut penjelasannya.

1. Batagor Kingsley

Berlokasi di Jl. Veteran No.25, Kebon Pisang, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Batagor Kingsley merupakan salah satu legenda kuliner yang sudah bertahan puluhan tahun. Tempat ini hanya tutup pada hari Kamis, dan buka setiap hari pukul 08.30–18.30 WIB.

Batagor Kingsley terkenal dengan tekstur batagornya yang renyah di luar namun lembut di dalam. Bahan utamanya adalah adonan ikan tenggiri segar dan tahu berkualitas. Bumbu kacangnya pun kental, gurih, dan harum, membuat setiap gigitan terasa semakin nikmat.

Menu Favorit: - Batagor goreng - Batagor kuah - Paket frozen untuk oleh-oleh

Populer tidak hanya di kalangan warga lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara. Antrean panjang sering terlihat, terutama saat akhir pekan.

2. Sate Jando Gasibu Bandung

Sate Jando Gasibu Bandung berada di Jl. Hayam Wuruk, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat. Tempat ini buka setiap hari pukul 06.00–21.00 WIB.

Jando adalah bagian berlemak pada sapi yang memberikan tekstur lembut dan gurih alami. Saat dibakar di atas bara api, jando menghasilkan aroma smoky yang khas dan rasa yang sangat memanjakan lidah. Dipadukan dengan bumbu kacang kental, sate ini menjadi sajian yang sulit dilupakan.

Pilihan Menu: - Sate jando - Sate daging sapi - Sate ayam - Lontong sebagai pendamping

Meski tempatnya sederhana, warung ini selalu ramai karena rasanya benar-benar memuaskan.

3. Warung Nasi Ma Eha

Warung Nasi Ma Eha berada di Pasar Cihapit, Jl. Cihapit No.8A, Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat. Tempat ini buka setiap Senin–Sabtu pukul 09.00–15.00 WIB.

Meski sederhana, Warung Nasi Ma Eha dikenal sebagai salah satu kuliner legendaris di Bandung. Masakan Sunda rumahan yang disajikan di sini penuh kehangatan. Semua menu dimasak dengan bumbu tradisional yang sederhana namun kaya rasa.

Menu Andalan: - Pepes peda, pepes ayam, pepes jamur - Ayam goreng bumbu kuning - Perkedel kentang - Sayur asem, sayur lodeh - Tahu-tempe bacem - Sambal terasi khas warung

Suasananya pun sangat khas pasar tradisional—hangat, ramai, dan penuh nostalgia.

Mengapa Tiga Kuliner Ini Wajib Dicoba?

Tiga tempat makan ini memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya layak dikunjungi: - Kualitas rasa terjamin—legendaris bukan karena nama, tetapi karena kelezatan yang konsisten. - Harga bersahabat untuk semua kalangan. - Lokasi strategis di pusat kota Bandung. - Autentik—menghadirkan cita rasa asli Bandung tanpa modifikasi berlebihan. - Selalu ramai, menandakan tingginya kepercayaan pelanggan.

Tiga kuliner legendaris ini menggambarkan kekayaan rasa Bandung yang tak lekang oleh waktu. Mulai dari batagor yang gurih, sate jando yang unik, hingga masakan rumahan ala Ma Eha, semuanya menghadirkan pengalaman kuliner yang berbeda namun sama-sama berkesan. Jika Anda berada di Bandung, pastikan untuk meluangkan waktu mencicipinya—karena setiap suapan menyimpan cerita dan kenikmatan yang sulit dilupakan.

Posting Komentar

Posting Komentar