P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4
Bookmark

Translate

Mengungkap Pesona Danau Biru Selakau Timur Sambas: Dari Bekas Tambang Jadi Wisata Unggulan

Mengungkap Pesona Danau Biru Selakau Timur Sambas: Dari Bekas Tambang Jadi Wisata Unggulan

Wisata Baru di Kalimantan Barat: Danau Biru Selakau Timur

Danau Biru Selakau Timur, yang kini menjadi destinasi wisata yang menarik perhatian banyak orang, memiliki kisah yang tidak terduga. Dengan airnya yang berwarna biru toska dan pemandangan alam yang memukau, danau ini sebenarnya merupakan bekas lahan tambang yang telah terdegradasi. Kini, cekungan kawah bekas galian C yang sempat ditinggalkan tersebut telah berubah menjadi daya tarik baru bagi para pengunjung lokal maupun wisatawan.

Lokasi dan Keunikan Tempat

Danau Biru terletak di kawasan pedalaman Dusun Tambora, Desa Gelik / Buduk Sempadang, Kecamatan Selakau Timur, Kabupaten Sambas. Wilayah ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Sambas dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Bengkayang serta Kota Singkawang. Topografi wilayah ini didominasi oleh perbukitan yang asri, dataran tinggi, serta lembah hijau yang dibelah oleh aliran Sungai Selakau. Lingkungan sekitar danau juga dikelilingi oleh pepohonan rindang dan perkebunan warga, menciptakan kesan eksotis dan terisolasi dari hiruk-pikuk perkotaan.

Fenomena Ilmiah di Balik Warna Air

Meski tampak indah dan menenangkan, warna biru toska air Danau Biru Selakau Timur berasal dari proses alamiah yang unik. Setelah aktivitas penambangan emas dan galian batu/pasir berhenti bertahun-tahun silam, cekungan-cekungan kawah raksasa secara perlahan terisi oleh air hujan dan luapan air tanah. Keunikan utama danau ini adalah gradasi warna airnya yang berubah dari biru keendapan hingga toska pekat. Secara ilmiah, fenomena ini disebabkan oleh reaksi mineral terlarut di dasar bekas galian tanah dan batu. Ketika diterpa sinar matahari, mineral tersebut mengalami refraksi atau pemantulan cahaya, menghasilkan efek pancaran air biru yang sangat jernih dan berkilau.

Rute dan Transportasi Menuju Danau

Bagi para petualang atau wisatawan dari Kota Pontianak yang ingin berkunjung ke Danau Biru, berikut panduan perjalanan:

  • Jarak Tempuh: Sekitar 170 km hingga 185 km dari Kota Pontianak.
  • Durasi Perjalanan: Kurang lebih 3,5 hingga 4,5 jam perjalanan darat.
  • Rute Detail:
  • Dari Kota Pontianak, mulailah berkendara menuju arah utara melintasi Kabupaten Mempawah hingga memasuki Kota Singkawang.
  • Memasuki Selakau: Dari Singkawang, lanjutkan perjalanan melintasi jalur utama jalan raya menuju arah Kabupaten Sambas hingga menemukan persimpangan gerbang Kecamatan Selakau.
  • Akses Selakau Timur: Dari simpang utama Selakau, belok ke arah dalam menyusuri jalan kecamatan menuju Kecamatan Selakau Timur, lalu ikuti penunjuk jalan desa menuju area perbukitan Tambora.
  • Saran Transportasi: Disarankan menggunakan kendaraan roda dua (sepeda motor) atau mobil jenis SUV/minibus berjarak tanah tinggi karena jalur masuk masih berupa jalan tanah berbatu dan lintasan perbukitan yang cukup menantang.

Keharmonisan Adat dan Komoditas Lokal

Kecamatan Selakau Timur dihuni oleh Etnis Melayu Sambas dan Masyarakat Dayak yang hidup berdampingan secara harmonis. Kultur sosial masyarakat setempat masih memegang teguh kearifan lokal, seperti tradisi gotong royong antarwarga desa, ritual pameran budaya saat pesta panen, serta aturan adat dalam melestarikan sungai dan hutan pedalaman.

Selain potensi wisatanya, Selakau Timur juga didukung oleh berbagai komoditas unggulan daerah di sektor pertanian dan perkebunan, seperti:

  • Hasil Perkebunan: Karet, kelapa sawit, lada, dan cengkeh.
  • Pertanian & Hortikultura: Padi sawah, durian lokal khas Sambas, serta buah-buahan tropis.
  • Potensi Alam: Hasil batuan dan mineral alam pedalaman.

Pengembangan Ekowisata Berbasis Lahan Terdegradasi

Pengembangan potensi wisata berbasis pemanfaatan lahan terdegradasi seperti Danau Biru Selakau Timur ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan ekonomi daerah. Pemerintah Kabupaten Sambas secara bertahap terus mendorong desa-desa di wilayah selatan untuk mengoptimalkan potensi wisata alam dan pemanfaatan lahan terdegradasi menjadi objek ekowisata buatan. Inisiasi ini digerakkan melalui pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).



0

Posting Komentar