
Kebakaran di Kawasan TNBTS Masih Berlangsung
Kebakaran yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) masih berlangsung hingga hari ini. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 921,42 hektare. Dari pantauan petugas, masih ada bara api yang terpantau di wilayah Probolinggo dan Penanjakan Pasuruan.
Pemadaman kebakaran dilakukan melalui operasi udara dan darat. Salah satu metode yang digunakan adalah water bombing menggunakan helikopter. Sampai saat ini, total air yang digunakan dalam operasi tersebut mencapai 205.800 liter. Petugas gabungan dari berbagai instansi terus berupaya memadamkan api dengan segala kemampuan yang dimiliki.
Operasi Pemadaman Terus Dilakukan
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa penanganan kebakaran terus dimaksimalkan. Ia berharap upaya pemadaman dapat segera mengendalikan api. Dalam pernyataannya, ia mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memastikan penanganan yang optimal.
"Kemarin saya update ke Pak Kepala BNPB akan memaksimalkan (penanganan, red.) hari ini, mudah-mudahan bisa selesai," ujarnya saat menghadiri peringatan Hari Veteran Nasional 2026 di Pendopo Agung Kabupaten Malang.
Khofifah menjelaskan bahwa dampak luasan arena kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Bromo tidak bisa dihindari. Kondisi cuaca angin kencang menjadi salah satu penyebab api cepat merembet. Di sisi lain, kondisi cuaca juga menjadi kendala bagi petugas untuk memadamkan api.
Bantuan Helikopter dari Berbagai Pihak
Untuk mendukung operasi pemadaman, dua unit helikopter dari BNPB yang berkapasitas 4.000 liter dan 1.000 liter serta bantuan helikopter dari Abdulrachman Saleh telah dikerahkan. Bahkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyewa helikopter dari Jawa Tengah.
"Harapan dari BNPB pemadaman secepat mungkin bisa dikendalikan sehingga dua heli perbantuan itu bisa digunakan untuk memadamkan di provinsi lainnya," tambahnya.
Luas Kebakaran Capai 921,42 Hektare
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan kemarin malam, total lahan yang terbakar sekitar 921,42 hektare. Data tersebut terus berkembang seiring luas lahan yang terbakar.
"Prakiraan luas lahan yang terbakar totalnya sekitar 921,42 hektare dengan jenis vegetasi cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar," jelas Sadono.
Sampai saat ini, petugas gabungan dari segala unsur masih terlibat untuk memadamkan api. Hari ini, petugas akan melanjutkan upaya penanganan melalui operasi udara dan darat. Pada pelaksanaan operasi udara, petugas gabungan akan melakukan water bombing menggunakan heli. Total air untuk bombing sampai hari ini sebanyak 205.800 liter.
Operasi Darat Dilakukan untuk Memadamkan Sisa Api
Pada pelaksanaan operasi darat, petugas membuat sekat bakar serta pembasahan sisa bara api yang terjangkau dengan mobil tangki milik TNBTS, BPD Provinsi Jawa Timur, dan BPBD Kabupaten Malang.
"Area batas wilayah Kabupaten Malang sudah tidak ada bara api. Bara api masih terpantau di wilayah Probolinggo dan Penanjakan Pasuruan," jelasnya.
Seluruh Akses Wisata TNBTS Ditutup
Akibat kebakaran yang semakin meluas, pihak Balai Besar TNBTS menutup seluruh akses masuk kawasan wisata. Penutupan berlaku dari Cemorolawang Kabupaten Probolinggo, Wonokitri Kabupaten Pasuruan, Pos Jemplang dan Coban Trisula Kabupaten Malang, serta Senduro Kabupaten Lumajang.
"Penutupan mulai diberlakukan sejak Sabtu (8/8/2026) sekira pukul 22.00 WIB sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, kebakaran mulai terjadi kemarin Senin (3/8/2026). Titik api bermula dari wilayah Blok Bantengan. Api membakar vegetasi cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar.
.png)


Posting Komentar