
Komunitas Huma Sarita: Ruang Kreatif untuk Anak-Anak dalam Berbagai Kemampuan
Di tengah semakin meningkatnya kebutuhan akan ruang kreatif dan inklusif bagi anak-anak, muncul sebuah komunitas yang berupaya memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengekspresikan diri melalui berbagai aktivitas. Salah satunya adalah Huma Sarita, sebuah komunitas yang berfokus pada pengembangan kemampuan berbicara, mendongeng, dan menggambar. Nama Huma Sarita sendiri berasal dari bahasa Dayak Ngaju yang berarti "Rumah Bercerita".
Komunitas ini awalnya digagas pada 28 November 2024, dan resmi diluncurkan pada Minggu (11/1/2026) dengan acara peluncuran basecamp pertama. Tujuan utamanya adalah memberikan wadah bagi anak-anak, termasuk mereka yang memiliki disabilitas, untuk belajar, berkarya, dan berinteraksi secara positif.
Huma Sarita tidak hanya menjadi tempat untuk mengekspresikan kreativitas, tetapi juga menjadi ruang inklusi yang memungkinkan setiap anak merasa dihargai dan diterima. Dalam hal ini, komunitas ini sangat penting karena jumlah komunitas serupa masih terbatas di Palangka Raya.
Beberapa guru dan penggiat pendidikan menyatakan bahwa komunitas seperti Huma Sarita dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri serta kemampuan sosial anak-anak penyandang disabilitas. Seperti yang diungkapkan oleh Renny Marliana, seorang guru Sekolah Khusus (SKH) 1 Palangka Raya, komunitas literasi dan kreatif memang cukup banyak di kota ini. Namun, ia berharap pemerintah dapat lebih aktif dalam menciptakan wadah bagi penyandang disabilitas setelah lulus dari sekolah, khususnya dalam dunia kerja.
Selain Huma Sarita, Palangka Raya juga memiliki beberapa destinasi wisata dan ruang terbuka yang diminati oleh warga. Salah satu yang paling populer adalah Taman Segitiga atau Taman Habarung Hurung. Taman ini berada di Jalan Rinjani, dekat Bundaran Besar, dan menawarkan suasana yang tenang serta ramah bagi keluarga. Pada sore hari, taman ini sering dikunjungi oleh warga yang ingin bersantai sambil melihat anak-anak bermain di wahana-wahana yang tersedia.
Tidak hanya itu, Palangka Raya juga memiliki beberapa destinasi wisata alam yang selalu ramai dikunjungi. Misalnya, Hutan Kota Nyaru Menteng, Wisata Alam Sei Batu, Air Hitam Kereng Bangkirai, dan Sei Koran. Data dari Disparbudpora Palangka Raya menunjukkan bahwa total kunjungan wisatawan selama tahun 2025 mencapai 644.270 orang. Meski demikian, tingkat kunjungan tidak merata sepanjang tahun.
Di sisi lain, harga emas perhiasan di Pasar Baru Palangka Raya juga mengalami peningkatan. Pada 11 Januari 2026, harga emas perhiasan jenis USA berada di kisaran Rp2.400.000 per gram, sedangkan emas perhiasan kadar 999 naik dari Rp2.420.000 per gram menjadi Rp2.450.000 per gram.
Dengan adanya berbagai inisiatif seperti Huma Sarita, Palangka Raya terus berupaya menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan kreatif bagi semua kalangan, terutama anak-anak. Ini menjadi langkah penting dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi muda di kota ini.
.png)


Posting Komentar