P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4
Bookmark

Translate

Rencana Penataan Jodoh Centre Batam, Lokasi Strategis, Warga Berharap Jadi Ikon Kuliner Nusantara

Rencana Penataan Jodoh Centre Batam, Lokasi Strategis, Warga Berharap Jadi Ikon Kuliner Nusantara

Penataan Jodoh Centre Diharapkan Bawa Kesejahteraan bagi Pedagang dan Wisatawan

Rencana penataan kawasan Pasar Jodoh Centre di Tanjung Pantun, Nagoya, Kota Batam mendapat respons positif dari warga dan para pedagang setempat. Mereka berharap kebijakan ini tidak hanya memperbaiki tampilan fisik kawasan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat.

Amin, seorang warga setempat yang juga Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Ranting Batu Ampar, menyampaikan dukungan penuh terhadap rencana penataan yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam. Ia menekankan pentingnya transparansi dalam proses penataan agar tidak ada intervensi dari kelompok tertentu di luar pemerintah.

“Harapan kami, penataan ini murni dilakukan oleh Pemko Batam dan BP Batam demi kepentingan estetika kota dan kemajuan pedagang UMKM di Batam,” ujar Amin. Menurutnya, Jodoh Centre memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sentra UMKM Nusantara.

Lokasi strategis Jodoh Centre, yang berada di pusat bisnis dan dekat dengan pintu masuk internasional seperti pelabuhan Harbour Bay, menjadi nilai tambah tersendiri. Amin mengatakan bahwa kawasan ini bisa menjadi tempat wisatawan asing menikmati kuliner Nusantara.

“Jodoh Centre ini berada di kawasan yang sangat strategis. Wisatawan asing yang ingin menikmati kuliner Nusantara bisa diarahkan ke sini. Kita bisa jadikan ikon kuliner Kota Batam,” katanya. Ia juga mengusulkan agar konsep penataan mencakup kuliner dari 34 provinsi di Indonesia, sehingga Jodoh Centre benar-benar merepresentasikan kekayaan rasa Nusantara.

Saat ini, terdapat sekitar 128 pedagang kaki lima yang masih aktif berjualan di kawasan tersebut. Amin menegaskan bahwa para pedagang lama harus tetap diakomodasi dalam proses penataan. “Pedagang yang ada sekarang ini jangan sampai tersisih. Hak-hak mereka harus tetap dijaga. Penataan ini untuk merapikan, bukan menghilangkan,” tegasnya.

Ia juga menilai bahwa jika kawasan ditata dengan baik, maka akan tercipta simbiosis positif antara pedagang kaki lima dan pemilik ruko di sekitar Jodoh Centre. “Kalau kaki lima tertata indah, ruko pun ikut hidup. Dampaknya ekonomi kawasan akan bergerak,” ujarnya.

Pedagang Berharap Penataan Tidak Mengganggu Usaha

Dukungan serupa datang dari Sri, salah satu pedagang makanan yang telah lama berjualan di Jodoh Centre. Sri mengaku senang mendengar rencana penataan tersebut, mengingat kondisi kawasan yang selama ini terkesan kumuh dan sepi pengunjung.

“Kami senang kalau ditata. Selama ini tempatnya kumuh, orang jadi takut datang,” kata Sri. Namun demikian, ia berharap penataan tidak justru mematikan usaha para pedagang yang telah bertahan bertahun-tahun di lokasi tersebut.

“Kami hanya berharap jangan sampai kehilangan tempat usaha. Alhamdulillah selama ini masih bertahan karena punya pelanggan tetap,” ujarnya. Sri menaruh harapan besar agar penataan Jodoh Centre benar-benar membawa kesejahteraan bagi UMKM dan masyarakat Batam secara luas.

“Kalau ditata dengan baik, pasti pedagang lebih sejahtera dan kawasan ini bisa ramai lagi,” kata Sri. Ia berharap penataan yang dilakukan dapat meningkatkan kualitas hidup para pedagang dan menjadikan Jodoh Centre sebagai pusat wisata kuliner yang diminati oleh banyak orang.

Posting Komentar

Posting Komentar