P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4
Bookmark

Translate

5 Tempat Sejarah Menarik di Klaten, Ada Candi Plaosan dan Makam Sunan Pandanaran II Tembayat

Featured Image

Wisata Sejarah yang Menyimpan Jejak Peradaban di Klaten

Klaten, sebuah kabupaten di Jawa Tengah, tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya tetapi juga memiliki jejak sejarah dan budaya yang kaya. Daerah ini menjadi tempat perpaduan antara pengaruh agama Hindu-Buddha hingga perkembangan Islam di Tanah Jawa. Banyak situs bersejarah yang tersebar di sini, baik dalam bentuk candi, makam, maupun bangunan religius. Berikut adalah lima wisata sejarah yang wajib dikunjungi untuk menelusuri perjalanan peradaban di Klaten.

1. Candi Plaosan

Candi Plaosan Lor merupakan salah satu candi bercorak Buddha yang menarik untuk dikunjungi. Terletak tidak jauh dari Candi Prambanan, candi ini memiliki dua bagian utama: bagian selatan yang melambangkan laki-laki dan bagian lainnya yang melambangkan perempuan. Arsitektur candi ini menggambarkan filosofi toleransi yang kuat pada masa itu. Candi ini menjadi bukti sejarah pengaruh agama Buddha di Klaten dan menjadi tujuan wisata edukatif bagi masyarakat dan pelajar. Lokasi wisata ini berjarak sekitar 50 kilometer dari pusat Kota Solo.

2. Candi Merak

Candi Merak adalah candi bercorak Hindu yang dibangun pada abad ke-9. Kompleks candi ini terdiri dari satu candi induk dan tiga candi perwara atau pendamping. Memiliki tiga tingkat yang dihiasi relief, Candi Merak menjadi saksi sejarah perkembangan kebudayaan Hindu di Klaten. Keunikan dari candi ini terletak pada relief dan struktur tiga tingkat yang memikat pengunjung. Lokasi wisata ini berjarak sekitar 43 kilometer dari pusat Kota Solo.

3. Makam Sunan Pandanaran II Tembayat

Makam Sunan Pandanaran II Tembayat merupakan destinasi wisata religi sekaligus bersejarah. Berada di puncak bukit, makam ini menjadi tempat ziarah penting. Sunan Pandanaran adalah salah satu wali yang menyebarkan agama Islam di Klaten dan murid Sunan Kalijaga. Makam ini menarik bagi pengunjung yang ingin menelusuri sejarah penyebaran Islam di Klaten sekaligus menikmati pemandangan bukit. Lokasi wisata ini berjarak sekitar 43 kilometer dari pusat Kota Solo.

4. Masjid Gala Klaten

Masjid Gala, juga dikenal sebagai Masjid Gholo, merupakan salah satu masjid tua di Klaten yang dibangun pada abad ke-16. Terletak di Desa Paseban, Kecamatan Bayan, masjid ini awalnya berada di puncak Bukit Jabalakat sebelum dipindahkan ke lereng bukit. Sejarahnya terkait dengan Sunan Bayat, salah satu tokoh penyebar Islam di Klaten. Masjid ini memiliki nilai sejarah tinggi karena terkait Wali Sanga dan penyebaran Islam di Jawa Tengah. Lokasi wisata ini berjarak sekitar 42 kilometer dari pusat Kota Solo.

5. Umbul Cokro

Umbul Cokro adalah destinasi wisata alam yang juga memiliki nilai sejarah dan spiritual tinggi. Dahulu dikenal sebagai Umbul Ingas karena dikelilingi pohon Ingas, mata air ini telah digunakan sejak abad ke-9 dan berkembang pada masa pemerintahan Paku Buwono IX dari Kasunanan Surakarta pada abad ke-19. Airnya yang jernih berasal dari mata air pegunungan, kolam dengan kedalaman rata-rata 80 cm cocok untuk anak-anak dan dewasa. Lingkungan sekitarnya dilengkapi gazebo, jalur tracking ringan, dan area edukasi ekowisata. Umbul Cokro saat ini dikembangkan sebagai destinasi ekowisata yang mengedukasi pengunjung tentang pelestarian mata air dan lingkungan, sekaligus menjadi destinasi rekreasi keluarga yang lengkap. Lokasi wisata ini berjarak sekitar 27 kilometer dari pusat Kota Solo.

Posting Komentar

Posting Komentar