P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4
Bookmark

Translate

Negeri di Atas Awan Kini Sepi: Wisata Gunung Boga Paser Tertunda Status Desa Wisata

Gunung Boga, Destinasi Wisata yang Menghadapi Tantangan Berat


Tana Paser – Destinasi wisata ikonik Gunung Boga yang berada di Desa Luan, Kecamatan Muara Samu, Kabupaten Paser, kini mulai kehilangan pesonanya. Dulu, tempat ini menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung karena pemandangannya yang menyerupai negeri di atas awan. Namun, saat ini, jumlah kunjungan wisatawan mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini turut memengaruhi perputaran ekonomi masyarakat sekitar.

Penurunan arus wisatawan disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk tekanan ekonomi dan efisiensi anggaran masyarakat. Khairuddin, Kepala Bidang Kepariwisataan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser, mengatakan bahwa lesunya tingkat kunjungan tidak hanya terjadi pada Gunung Boga, tetapi juga pada objek wisata lainnya di wilayah Paser. Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini membuat masyarakat lebih selektif dalam mengalokasikan dana belanja mereka, termasuk untuk kebutuhan rekreasi dan berwisata.

Meskipun jumlah pengunjung sedang menurun, Disporapar Paser terus berupaya memperbaiki kawasan tersebut. Beberapa infrastruktur pendukung telah selesai dibangun untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung. Salah satunya adalah pembangunan fasilitas sky view yang dirancang sebagai spot terbaik untuk menikmati panorama awan dari ketinggian. Selain itu, deretan gazebo baru juga telah berdiri sebagai area bersantai bagi para wisatawan.

Sayangnya, pembenahan fasilitas megah dari pemerintah daerah belum diimbangi dengan kesiapan kelembagaan di tingkat desa. Pengembangan Gunung Boga sebagai destinasi unggulan berkelanjutan justru terhambat oleh belum adanya inisiasi dari Pemerintah Desa Luan untuk mengajukan kawasan tersebut sebagai desa wisata resmi.

Khairuddin menjelaskan bahwa penetapan status desa wisata membutuhkan kesadaran dan dorongan awal dari pemerintah desa setempat. Disporapar Paser tidak dapat menerbitkan Surat Keputusan (SK) Desa Wisata tanpa adanya usulan resmi dari bawah. Jika proses inisiasi dari Desa Luan sudah berjalan, barulah pemerintah kabupaten dapat memberikan legalitas penuh melalui SK penetapan.

Kini, Gunung Boga berada di tengah dua tantangan besar sekaligus. Di satu sisi, pengelola harus menghadapi tren penurunan wisatawan akibat faktor ekonomi. Di sisi lain, penguatan tata kelola destinasi belum bisa melangkah lebih jauh karena stagnasi administrasi di tingkat desa. Padahal, perpaduan antara pesona alam yang indah, fasilitas sky view, dan ketegasan status hukum desa wisata menjadi kunci utama untuk membangkitkan kembali geliat pariwisata serta perekonomian masyarakat Desa Luan.

Posting Komentar

Posting Komentar