
Kabupaten Banjar Berupaya Mengejar Target Investasi Tahun Ini
Kabupaten Banjar masih memiliki ruang yang cukup besar untuk mengejar target investasi sebesar Rp 2,14 triliun pada tahun ini. Hingga akhir Triwulan I 2026, realisasi investasi baru mencapai 27 persen dari target tersebut. Meski angka ini tergolong rendah, capaian ini tetap dianggap sebagai sinyal positif karena kinerja investasi Banjar sebelumnya menunjukkan hasil yang cukup kuat.
Pada tahun 2025, realisasi investasi bahkan berhasil melampaui target dengan selisih sekitar Rp 1,6 triliun. Hal ini memberikan semangat bagi pemerintah daerah dalam menjaga momentum peningkatan investasi tahun ini.
Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banjar, Santi Nurlaela, mengungkapkan bahwa capaian awal tahun 2026 menunjukkan aktivitas investasi masih bergerak positif. “Hingga Triwulan I 2026, capaian realisasi investasi mencapai 27 persen dari target tahunan,” ujarnya.
Dengan masih tersisanya tiga triwulan, Pemkab Banjar berupaya menjaga momentum tersebut agar target Rp 2,14 triliun dapat tercapai. Sekda Banjar, H Yudi Andrea, menyebut letak geografis menjadi salah satu keunggulan yang dapat ditawarkan kepada calon investor. Kabupaten Banjar berada berdampingan dengan Kota Banjarbaru yang menjadi pusat pemerintahan Provinsi Kalimantan Selatan.
Posisi tersebut dinilai memberikan keuntungan karena turut membuka akses terhadap aktivitas ekonomi dan peluang pengembangan usaha. Selain itu, Pemkab Banjar juga mengarahkan investasi ke sejumlah sektor yang dinilai memiliki prospek besar. Tiga sektor yang menjadi perhatian utama adalah pertanian, perikanan, dan pariwisata.
“Ketiga sektor ini memiliki potensi besar untuk menyerap investasi,” kata Yudi. Tak hanya mengandalkan promosi potensi daerah, pemerintah daerah juga berupaya membangun komunikasi yang lebih intensif dengan dunia usaha. DPMPTSP Banjar menggagas forum komunikasi yang mempertemukan pemerintah, pengusaha, dan asosiasi bisnis.
Melalui forum tersebut, berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha dapat dibahas bersama, sekaligus menjadi sarana pemerintah menyampaikan perkembangan kebijakan investasi. Menurut Yudi, hubungan yang lebih terbuka antara pemerintah dan pelaku usaha penting untuk menciptakan kepastian serta kenyamanan dalam menjalankan bisnis.
Sementara itu, Santi mengatakan, asosiasi pengusaha juga memiliki peran dalam memperkenalkan potensi investasi Banjar kepada jaringan usaha yang lebih luas. HIPMI dan Kadin Kabupaten Banjar termasuk organisasi yang dilibatkan dalam upaya tersebut.
Dengan realisasi baru mencapai 27 persen pada awal tahun, capaian investasi Banjar masih akan sangat ditentukan oleh kinerja tiga triwulan berikutnya. Rekor realisasi pada 2025 menjadi salah satu alasan Pemkab Banjar tetap optimistis target tahun ini dapat dikejar.
.png)


Posting Komentar