P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4
Bookmark

Translate

Potensi Wisata Melimpah, Aceh Barat Tingkatkan Kapasitas Pokdarwis

Potensi Wisata Melimpah, Aceh Barat Tingkatkan Kapasitas Pokdarwis

Pemkab Aceh Barat Dorong Pokdarwis Kembangkan Wisata sebagai Sumber Ekonomi

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus berupaya memperkuat peran kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dalam menjaga dan mengembangkan potensi wisata daerah. Tidak hanya bertugas menjaga destinasi, Pokdarwis diharapkan mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.

Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Aceh Barat, Ruswaidi, menyampaikan bahwa pariwisata harus menjadi motor penggerak UMKM, kuliner, kerajinan, serta ekonomi kreatif. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan media dalam membangun sektor ini.

Pelatihan Pokdarwis yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Aceh Barat di RM Hasan Melborn, Desa Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, Rabu (12/8/2026), merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan Pokdarwis. Pelatihan ini diikuti 30 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai kecamatan dan gampong di Aceh Barat.

Potensi Wisata Aceh Barat yang Luar Biasa

Ruswaidi menegaskan bahwa Aceh Barat memiliki modal wisata yang sangat besar, mulai dari pantai yang indah, kekayaan sejarah dan budaya, hingga kuliner dan wisata religi. Menurutnya, potensi tersebut harus dikelola secara serius agar tidak hanya menjadi kekayaan daerah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat.

“Kita ketahui bersama bahwa Aceh Barat memiliki potensi wisata yang luar biasa. Kita memiliki pantai yang indah, kekayaan sejarah, budaya, kuliner hingga wisata religi yang terus berkembang. Semua itu adalah modal besar yang tidak dimiliki oleh semua daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berkomitmen menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Pengembangan sektor ini juga diarahkan agar sejalan dengan implementasi 100 program prioritas pemerintah kabupaten.

Menciptakan Rantai Ekonomi yang Berkelanjutan

Menurut Ruswaidi, keberhasilan pembangunan pariwisata tidak cukup hanya dengan membangun atau memperkenalkan destinasi. Pengelolaan destinasi harus mampu menciptakan rantai ekonomi yang melibatkan masyarakat setempat.

“Kita ingin setiap destinasi wisata mampu menghidupkan UMKM lokal, hasil kerajinan masyarakat semakin dikenal, kuliner khas Aceh Barat menjadi daya tarik sendiri, anak-anak muda mendapatkan ruang untuk berkarya melalui ekonomi kreatif, sehingga semakin banyak masyarakat memperoleh penghasilan dari sektor pariwisata,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta peserta pelatihan Pokdarwis mengubah cara pandang dalam mengelola destinasi wisata. Pelayanan kepada wisatawan, kata dia, harus menjadi salah satu perhatian utama.

“Kita harus mulai berpikir bagaimana membuat wisatawan merasa betah, aman, dihargai, lalu dengan senang hati menceritakan pengalaman mereka kepada orang lain,” katanya.

Kolaborasi untuk Pembangunan Wisata yang Berkelanjutan

Ruswaidi menekankan bahwa pengembangan pariwisata membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan media.

“Pembangunan pariwisata hanya akan berhasil apabila ada kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, komunitas dan media,” ujarnya.

Ia berharap penguatan kapasitas Pokdarwis dapat membuat masyarakat semakin mampu mengelola potensi wisata di daerah masing-masing, sehingga Aceh Barat ke depan memiliki destinasi yang berdaya saing, berbudaya, dan berkelanjutan.

Pelatihan Pokdarwis dengan Fokus pada SOP dan Paket Wisata

Sementara itu, Kepala Disparpora Aceh Barat, Said Azmi, mengatakan pelatihan Pokdarwis tahun ini mengusung tema “Pokdarwis Hebat, Wisata Kuat, Ekonomi Masyarakat Meningkat.” Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, mulai Rabu 12 Agustus hingga Kamis 13 Agustus 2026, dengan memadukan penyampaian materi dan praktik langsung.

Menurutnya, praktik dalam pelatihan diarahkan pada pembentukan kelompok kerja. Kelompok tersebut nantinya fokus menyusun standar operasional prosedur (SOP) pelayanan pariwisata serta paket wisata. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan bekal praktis kepada Pokdarwis agar mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menyusun produk wisata yang lebih terarah dan memiliki nilai jual.


Posting Komentar

Posting Komentar