P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4
Bookmark

Translate

PLN Jamin Kelistrikan DIY Aman, Siap Tambah 26 SPKLU Dukung Pariwisata

PLN Jamin Kelistrikan DIY Aman, Siap Tambah 26 SPKLU Dukung Pariwisata

Kesiapan Pasokan Listrik di Daerah Istimewa Yogyakarta

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan bahwa pasokan listrik di wilayah DIY dalam kondisi sangat aman. Beban puncak yang tercatat saat ini hanya mencapai 65 persen dari kapasitas tersedia, sehingga memberikan ruang yang cukup untuk mendukung pertumbuhan investasi, aktivitas ekonomi, dan pariwisata.

Kesiapan cadangan daya ini menjadi jaminan bagi pengembangan ekonomi di DIY. Hal ini disampaikan langsung oleh manajemen PLN kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, pada Rabu (12/8/2026).

General Manager PLN UID Yogyakarta, Deri Prasetio Utomo, menegaskan bahwa ruang kapasitas yang masih lapang tersebut merupakan modal penting bagi dinamika ekonomi DIY. Pihaknya menyatakan komitmen penuh untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah DIY guna mengakomodasi setiap kebutuhan kelistrikan, khususnya bagi para pelaku usaha dan penanam modal yang ingin masuk ke wilayah tersebut.

"Alhamdulillah pasokan kalau untuk DIY itu sangat aman, sangat aman sekali. Jadi beban puncak maksimum itu masih di kisaran 65 persen. Untuk investor apa pun untuk masuk ke DIY ini bisa kita layani insya Allah dengan baik," ujar Deri seusai pertemuannya dengan Gubernur DIY.

Komitmen untuk melayani masyarakat dan investor ini, lanjut Deri, juga sejalan dengan penguatan struktur kelembagaan. Saat ini, PLN UID Yogyakarta telah beroperasi sebagai unit yang berdiri sendiri dan membawahi tiga Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3). Ketiga unit tersebut mencakup:

  • UP3 Sleman yang melayani Kabupaten Sleman.
  • UP3 Sedayu yang mencakup wilayah Kabupaten Kulon Progo dan Bantul.
  • UP3 Yogyakarta dan Wonosari yang melayani Kota Yogyakarta dan Kabupaten Gunungkidul.

"Dengan adanya unit ini, kami akan berupaya seoptimal mungkin dalam hal peningkatan kualitas pelayanan dari sisi kelistrikan untuk masyarakat Yogyakarta," katanya.

Pengembangan Infrastruktur Kendaraan Listrik

Di luar optimalisasi pasokan konvensional, PLN UID Yogyakarta juga tengah mempercepat penguatan infrastruktur ekosistem kendaraan listrik di DIY. Hal ini merespons perubahan kebutuhan mobilitas masyarakat dan status Yogyakarta sebagai salah satu destinasi wisata utama nasional.

Hingga saat ini, sebanyak 33 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah beroperasi, dan PLN menargetkan pembangunan 26 SPKLU baru hingga akhir tahun 2026. Menurut Deri, penyebaran titik pengisian daya ini dirancang untuk memberikan kemudahan dan jangkauan mobilitas yang lebih luas, terutama bagi para wisatawan yang berkunjung menggunakan kendaraan listrik.

"Sehingga nanti wisatawan atau penduduk dari timur, utara, barat, selatan itu sudah terkover semua dengan stasiun pengisian mobil listrik," tutur Deri.

Penanganan Masalah Pemadaman Massal

Selain memaparkan pengembangan infrastruktur, Deri juga memastikan bahwa persoalan pemadaman massal (blackout) yang sempat melanda dan mengganggu sistem kelistrikan sebelumnya telah tertangani secara menyeluruh. Pihaknya telah melakukan serangkaian pembenahan untuk menjaga dan meningkatkan tingkat keandalan sistem kelistrikan di masa mendatang.

"Itu alhamdulillah sudah teratasi dengan baik. Jadi insya Allah mudah-mudahan ke depannya sudah tidak ada lagi. Sudah clear," tegasnya.

Kesiapan Menghadapi Sektor Esensial

Dengan ketersediaan kapasitas kelistrikan yang memadai serta masifnya perluasan jaringan pendukung kendaraan listrik, PLN UID Yogyakarta menyatakan kesiapan penuhnya dalam menopang seluruh sektor esensial yang menggerakkan roda ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Posting Komentar

Posting Komentar