P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4
Bookmark

Translate

Panik Melihat Anjing, Kuda Wisata di Pangandaran Amuk dan Jatuhkan Penumpang

Wisatawan Terjatuh dari Kuda Saat Berada di Area Wisata Pangandaran

Seorang wisatawan perempuan mengalami kecelakaan saat sedang menunggang kuda di kawasan wisata Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Insiden ini terjadi pada hari Selasa (11/8/2026) sore dan menarik perhatian banyak orang setelah video kejadian tersebut beredar di media sosial.

Kejadian itu terjadi di Kampung Turis Pamugaran, yang merupakan salah satu destinasi wisata populer di wilayah tersebut. Dalam rekaman video berdurasi sekitar 31 detik, terlihat bagaimana wisatawan tersebut dievakuasi oleh tim SAR Barakuda Pangandaran setelah jatuh dari kudanya. Wisatawan yang mengenakan pakaian serba hitam tampak tergeletak di tanah dan kemudian dibawa oleh petugas medis.

Menurut informasi yang diperoleh, insiden bermula ketika kuda yang ditunggangi wisatawan melihat seekor anjing. Hal ini membuat hewan tersebut ketakutan dan langsung lari, sehingga penunggangnya terjatuh.

Ketua Relawan SAR Barakuda Pangandaran, Sakio Andrianto, menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung cukup cepat. Ia menyebutkan bahwa kuda tersebut melihat anjing dan langsung bereaksi dengan melompat dan berlari, sehingga menyebabkan wisatawan jatuh.

"Kudanya melihat andog. Jadi kudanya ketakutan, makanya lari dan penunggangnya jatuh," ujar Sakio dalam pernyataannya.

Beruntung, kondisi wisatawan tidak mengalami cedera serius. Menurut Sakio, korban hanya mengalami memar atau bengkak akibat benturan. Namun, karena merasa sakit, ia harus mendapatkan penanganan medis di RSUD Pandega Pangandaran.

Saat kejadian, seorang pelaku usaha wisata bernama Siti Mungil juga berada di lokasi dan membantu proses evakuasi. Ia memberikan pertolongan pertama kepada wisatawan sebelum korban dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Tidak parah, paling bengkak saja. Tapi karena kesakitan, jadi harus ditangani tim medis," tambah Sakio.

Faktor Penyebab Kecelakaan

Beberapa faktor mungkin menjadi penyebab kejadian ini. Pertama, kuda yang digunakan sebagai alat transportasi wisata bisa saja belum terbiasa dengan lingkungan sekitar. Keberadaan anjing di dekat kuda dapat memicu reaksi tak terduga, terutama jika kuda tersebut belum terlatih untuk menghadapi situasi seperti ini.

Selain itu, kondisi fisik wisatawan juga bisa menjadi faktor. Jika korban tidak terbiasa dengan aktivitas menunggang kuda, maka risiko terjatuh bisa meningkat. Oleh karena itu, penting bagi pengelola wisata untuk memberikan panduan dan arahan yang jelas kepada para pengunjung.

Upaya Pencegahan dan Pengelolaan Wisata

Pihak pengelola wisata di area tersebut disarankan untuk memperketat pengawasan terhadap hewan-hewan yang digunakan sebagai alat transportasi. Pemilihan kuda yang sehat dan terlatih serta pemasangan tali pengaman yang aman bisa menjadi langkah pencegahan efektif.

Selain itu, pelatihan bagi para petugas dan relawan juga sangat penting agar mereka siap menghadapi kejadian darurat seperti ini. Adanya koordinasi antara pengelola wisata, petugas SAR, dan tenaga medis akan memastikan respons yang cepat dan tepat dalam situasi krisis.

Kesimpulan

Insiden terjatuhnya wisatawan dari kuda di Kabupaten Pangandaran menjadi pengingat penting tentang keamanan dalam berwisata. Meskipun kejadian ini tidak menyebabkan cedera serius, namun hal ini menunjukkan perlunya kesiapan dan pengelolaan yang baik dalam menjaga kenyamanan dan keselamatan pengunjung.


Posting Komentar

Posting Komentar