P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4
Bookmark

Translate

PAD Sumenep Capai 49,67 Persen, Pemkab Fokus pada Wisata dan UMKM sebagai Sumber Pendapatan Baru

PAD Sumenep Capai 49,67 Persen, Pemkab Fokus pada Wisata dan UMKM sebagai Sumber Pendapatan Baru

Strategi Pemkab Sumenep untuk Meningkatkan PAD pada 2026

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, tengah memetakan sejumlah sektor yang dinilai mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2026. Di tengah capaian PAD yang baru menyentuh 49,67 persen hingga semester pertama, pengembangan pariwisata dan penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi fokus utama untuk mengejar target penerimaan daerah.

Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, mengatakan bahwa peningkatan PAD tidak bisa hanya bertumpu pada sumber pendapatan yang sudah ada. Karena itu, pemerintah daerah akan mengoptimalkan berbagai potensi, terutama sektor pariwisata yang dinilai memiliki peluang besar meningkatkan aktivitas ekonomi.

“Kami akan terus berupaya meningkatkan PAD melalui berbagai sektor, salah satunya pariwisata,” kata Imam Hasyim, Rabu (12/8/2026).

Selain memperkuat sektor wisata, Pemkab Sumenep juga berupaya meningkatkan penerimaan dari sektor perpajakan. Salah satunya melalui sinergi dengan Samsat untuk mendorong kesadaran masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor.

“Bersama Samsat, kami terus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, dan sekarang sudah menunjukkan hasil yang cukup baik,” katanya.

Menurut Imam Hasyim, pengembangan UMKM juga menjadi bagian penting dalam strategi peningkatan PAD. Selain mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat, sektor tersebut dinilai berpotensi memperluas basis usaha yang berdampak pada peningkatan penerimaan daerah.

“UMKM akan terus kami tingkatkan ke depannya,” tegasnya.

Perlu Terobosan Baru

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Sumenep, Dul Siam, menilai bahwa pemkab perlu menghadirkan terobosan baru agar peningkatan PAD tidak berjalan stagnan. Seperti dengan mengembangkan potensi sumber daya alam yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal menjadi destinasi wisata.

“Untuk meningkatkan PAD agar lompatannya maksimal, maka pemkab harus serius membuka sumber daya alam potensial untuk dikelola menjadi objek wisata,” katanya.

Menurutnya, Kabupaten Sumenep memiliki banyak kawasan yang layak dikembangkan sebagai destinasi wisata baru. Namun, upaya tersebut harus dibarengi dengan pembangunan infrastruktur pendukung agar akses menuju lokasi wisata semakin mudah.

“Pengembangan itu perlu dibarengi dengan pembangunan dan peningkatan infrastruktur agar kawasan wisata mudah diakses dan mampu menarik lebih banyak wisatawan,” kata politisi DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumenep ini.

Capaian PAD

Di sisi lain, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, mengungkapkan bahwa realisasi PAD hingga akhir semester pertama 2026 telah mencapai Rp166,04 miliar atau 49,67 persen dari target tahunan sebesar Rp334,30 miliar.

“Berdasarkan evaluasi kami, capaian PAD pada semester pertama cukup menggembirakan. Hampir 50 persen target sudah terealisasi,” ucapnya.

Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah sumber pendapatan yang belum tergarap maksimal, terutama dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), mengingat pembayaran oleh wajib pajak masih berlangsung.

Karena itu, Bapenda akan memperkuat pengawasan sekaligus melakukan pendekatan persuasif kepada para wajib pajak guna mengoptimalkan penerimaan daerah pada semester kedua tahun ini.

“Kami akan meningkatkan pengawasan sekaligus melakukan pendekatan secara persuasif kepada wajib pajak. Langkah tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan penerimaan dari sektor-sektor pajak yang masih memiliki potensi,” terangnya.

Tantangan dan Peluang

Seiring dengan upaya-upaya yang dilakukan, Pemkab Sumenep tetap menghadapi tantangan dalam mencapai target PAD pada 2026. Salah satu tantangan utama adalah peningkatan partisipasi masyarakat dalam membayar pajak, khususnya dari sektor PBB. Meskipun demikian, ada peluang besar untuk meningkatkan penerimaan melalui sektor pariwisata dan UMKM yang masih memiliki potensi besar.

Selain itu, pengembangan infrastruktur dan aksesibilitas ke lokasi wisata menjadi kunci dalam menarik lebih banyak wisatawan. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pelaku usaha, Sumenep berpotensi menjadi salah satu daerah yang mampu mencapai target PAD yang ditetapkan.

Kesimpulan

Pemkab Sumenep terus berupaya keras untuk meningkatkan PAD melalui berbagai strategi, termasuk pengembangan pariwisata dan UMKM. Meskipun ada tantangan, seperti capaian PAD yang belum mencapai target, langkah-langkah yang diambil menunjukkan komitmen untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, Sumenep memiliki potensi besar untuk meningkatkan penerimaan daerah secara signifikan pada tahun 2026.


0

Posting Komentar