P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4
Bookmark

Translate

Jutaan Wisatawan Antusias Saksikan Gerhana Matahari di Eropa

Fenomena Gerhana Matahari Total Membuat Sebagian Wilayah Eropa Heboh

Sebagian wilayah Eropa sedang mengalami demam gerhana matahari total, yang terjadi pada Rabu (12/8) menjelang matahari terbenam. Warga di Spanyol, Islandia, dan Jerman dikabarkan sudah membanjiri wilayah-wilayah yang menjadi jalur gerhana. Banyak orang bersiap untuk menyaksikan fenomena langka ini dengan menggunakan kacamata pelindung.

Jutaan orang di Spanyol dan Islandia telah mempersiapkan diri untuk menyaksikan gerhana matahari total pada sore hari waktu setempat. Dengan berbekal kacamata pelindung, mereka membanjiri area-area yang menjadi jalur gerhana agar dapat melihat fenomena tersebut secara utuh.

Antusiasme serupa juga terlihat di selatan Jerman, di mana hingga 90 persen piringan Matahari akan tertutup oleh Bulan menjelang matahari terbenam. Layanan Cuaca Jerman (DWD) mengatakan bahwa sistem tekanan tinggi diperkirakan membuat langit cerah di sebagian besar wilayah Jerman saat fenomena ini terjadi. "Dari sisi cuaca, kondisinya justru sempurna," ujar mereka.

Ketertarikan manusia terhadap gerhana telah tercatat sejak lama. Dalam sejarah, langit yang tiba-tiba gelap sering ditafsirkan sebagai pertanda buruk, pertarungan kosmis, atau tanda kekuasaan ilahi. Kini para pengamat langit mencari pengalaman serupa—sensasi ganjil ketika siang seketika berubah menjadi senja dan sebagian hewan mendadak diam, saat Bulan melintas tepat di antara Bumi dan Matahari.

"Saya berharap malam ini akan melahirkan generasi astrofisikawan yang luar biasa," kata Juan Cruz, Sekretaris Negara Spanyol untuk Sains. "Ini momen yang sangat istimewa."

Otoritas memperkirakan hingga 6 juta wisatawan akan datang ke wilayah-wilayah yang sebagian besar merupakan daerah pedesaan di sepanjang jalur gerhana, dari utara daratan hingga Kepulauan Balearic. Menurut Cruz, gerhana ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan daerah-daerah yang jarang dikunjungi wisatawan. Langkah ini diharapkan dapat meredakan masalah overtourism di kawasan pesisir dengan mengalihkan kerumunan dari resor-resor pantai yang sudah terlalu padat.

Semenanjung Iberia terakhir kali mengalami gerhana matahari total pada tahun 1912. Gerhana serupa akan kembali terjadi pada 2 Agustus 2027, disusul gerhana cincin pada Januari 2028. Ketiganya melengkapi apa yang disebut sebagai "Trio Gerhana Iberia".

Demam Gerhana di Islandia

Di ibu kota Reykjavik, kacamata gerhana dikabarkan sudah habis terjual sejak beberapa hari lalu. Negara Nordik dengan penduduk sekitar 400 ribu jiwa ini bersiap menyambut hingga 80 ribu wisatawan.

Jalur sempit yang mengalami fase total gerhana akan mencapai pesisir paling barat Islandia sekitar pukul 17.44 waktu setempat, sebelum bayangan Bulan melesat ke arah timur. Fase total akan berlangsung hingga 2 menit 13 detik di wilayah paling barat. Namun, sebagian besar kota hanya akan mengalami kegelapan dalam waktu lebih singkat. Otoritas memperingatkan kemungkinan kemacetan dan meminta para penonton datang lebih awal.

Penyanyi Björk dijadwalkan tampil sebagai DJ dalam acara bertema gerhana di selatan Reykjavik. Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, berencana menerbangkan pesawat WB-57 berketinggian tinggi dari Islandia untuk mengikuti bayangan Bulan. Tim yang didanai NASA juga akan menerbangkan balon guna mempelajari bagaimana kegelapan dan penurunan suhu yang terjadi secara mendadak memengaruhi atmosfer lapisan bawah.

"Wah, ini keren sekali," kata Krista Kern, wisatawan asal North Carolina. Ia menggambarkan pengalamannya menyaksikan fase total sebagai "sensasi yang terasa di seluruh tubuh". Namun, dia mengaku cemas dengan cuaca Islandia.

Memburu Bayangan

Selain pengamat biasa, fenomena ini juga menarik para "pemburu gerhana"—penggemar yang rela melintasi berbagai penjuru dunia demi berada tepat di jalur totalitas setiap kali gerhana terjadi.

Gordon Telepun, pensiunan ahli bedah plastik sekaligus astronom amatir asal Amerika Serikat yang telah memotret enam gerhana total, memilih Pulau Mallorca sebagai tempat pengamatan. Menurut dia, Spanyol memenuhi hampir semua syarat yang dicari para pemburu gerhana.

"Cuacanya pada Agustus cukup menjanjikan, durasi totalitasnya lumayan, lebih dari satu setengah menit, dan tempat ini mudah dijangkau," ujarnya.

0

Posting Komentar