P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4
Bookmark

Translate

Jateng Perkuat Ekosistem Wisata Ramah Muslim Inklusif

Komitmen Pemprov Jawa Tengah dalam Membangun Ekosistem Wisata Ramah Muslim

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yang dipimpin oleh Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat ekosistem wisata ramah muslim yang inklusif. Hal ini disampaikan oleh Ketua Enhaii Halal Tourism Center (EHTC) Politeknik Pariwisata NHI Bandung, Sumariadi, saat melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen di Semarang pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Sumariadi mengapresiasi langkah konkret yang dilakukan oleh Pemprov Jateng dalam mendorong penguatan ekosistem halal secara menyeluruh. Ia menilai bahwa Jawa Tengah memiliki daya tarik pariwisata yang sangat besar, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Dalam hal ini, segmen wisatawan muslim juga tergolong signifikan, sehingga penting bagi daerah untuk terus meningkatkan kualitas layanannya.

"Oleh karena itu, sangat penting bagi Jawa Tengah untuk terus meningkatkan kualitas layanannya agar wisatawan muslim merasa nyaman dan tenang saat berwisata,” kata dia.

Menurutnya, kebutuhan wisatawan muslim seperti makanan halal, sarana beribadah, hingga daya tarik bernuansa muslim perlu disediakan dengan baik. Dengan demikian, kepuasan wisatawan tentu akan meningkat.

Berikut beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam membangun ekosistem wisata ramah muslim:

  • Ketersediaan Makanan Halal: Restoran dan tempat makan harus menyediakan menu halal yang sesuai dengan standar Islam. Ini mencakup bahan baku, proses pengolahan, hingga sertifikasi halal.
  • Sarana Beribadah: Tempat ibadah seperti masjid atau mushola harus tersedia di destinasi wisata utama. Fasilitas ini harus bersih, nyaman, dan mudah diakses oleh wisatawan.
  • Daya Tarik Bernuansa Muslim: Pengembangan destinasi wisata yang memiliki nuansa Islam, seperti pusat informasi halal, toko suvenir muslim, atau acara budaya yang relevan.
  • Pelayanan yang Ramah: Staf di berbagai sektor pariwisata, termasuk hotel, restoran, dan transportasi, perlu dilatih agar dapat memberikan pelayanan yang ramah dan memahami kebutuhan wisatawan muslim.

Selain itu, penting juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat lokal tentang pentingnya pariwisata halal. Dengan adanya edukasi dan pelatihan, masyarakat bisa lebih proaktif dalam mendukung keberlanjutan ekosistem wisata ramah muslim.

Pemprov Jateng juga perlu bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga swadaya masyarakat, pelaku usaha, dan organisasi keagamaan. Kolaborasi ini akan memperkuat upaya dalam menjadikan Jawa Tengah sebagai salah satu destinasi wisata halal yang unggul di Indonesia.

Dengan komitmen yang kuat dan strategi yang tepat, Jawa Tengah dapat menjadi contoh dalam membangun pariwisata yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan, termasuk wisatawan muslim. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga memperkuat citra Jawa Tengah sebagai daerah yang maju dan modern.

Posting Komentar

Posting Komentar