
jogja.Brokerja, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Pariwisata resmi memulai pembangunan gapura pintu masuk sekaligus Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) terpadu di kawasan Pantai Pandansimo, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan. Langkah ini dilakukan untuk mendukung konektivitas Jalur Jalan Lintas Selatan (Pansela) Jawa serta meningkatkan tata kelola pariwisata daerah.
Pembangunan fasilitas baru ini didanai melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank BPD DIY. Tanda dimulainya proyek ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama pada Rabu (12/8).
Kepala Dinas Pariwisata Bantul Saryadi menjelaskan bahwa sejak pertama kali dibuka untuk umum, Pantai Pandansimo belum pernah memiliki gerbang masuk yang permanen dan representatif.
"Dari awal Pantai Pandansimo dibuka untuk wisata memang belum ada gapura gerbang masuk di sini," ujar Saryadi pada Rabu.
Menariknya, desain gapura Pantai Pandansimo dirancang khusus dengan mengangkat potensi utama kawasan sekitar, yakni kuliner makanan laut (seafood). Ornamen gapura akan menampilkan simbol-simbol fauna laut yang populer di wilayah tersebut.
"Ikon yang diangkat dalam gapura bertemakan wisata kuliner seafood dengan unsur simbol seperti udang dan kepiting," jelas Saryadi.
Selain mempercantik estetika kawasan, gapura ini dirancang multifungsi. Bangunan tersebut nantinya bakal menjadi pusat penarikan retribusi terpadu, mencakup retribusi masuk pariwisata hingga retribusi parkir, guna menggantikan lokasi penarikan terdahulu yang dinilai belum optimal.
Dinas Pariwisata Bantul menargetkan pengerjaan fisik gapura TPR terpadu ini dapat rampung dalam kurun waktu sekitar tiga bulan sejak peletakan batu pertama.
Meskipun saat ini Pantai Parangtritis masih mendominasi angka kunjungan wisatawan di kawasan pantai selatan Bantul hingga lebih dari 90 persen, Saryadi optimistis Pantai Pandansimo memiliki potensi besar untuk berkembang. Apalagi keberadaan Pantai Pandansimo disokong oleh klaster objek wisata pesisir di sekitarnya yang juga terus bersolek, seperti Pantai Kuwaru, Pantai Cangkring, dan Pantai Goa Cemara.
Hadirnya gapura dan TPR terpadu ini diharapkan tidak hanya memberikan kenyamanan dan fasilitas yang lebih layak bagi para wisatawan, tetapi juga mempertegas identitas Pantai Pandansimo sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di jalur Pansela.
Fasilitas Baru yang Menunjang Pengalaman Wisata
Beberapa manfaat utama dari pembangunan gapura dan TPR terpadu antara lain:
- Peningkatan aksesibilitas: Gapura akan menjadi titik masuk yang jelas dan mudah dikenali, membantu wisatawan menemukan lokasi pantai secara lebih cepat.
- Pengelolaan retribusi yang lebih efisien: TPR terpadu akan memudahkan pengelolaan biaya masuk dan parkir, sehingga mengurangi kerumunan dan mempercepat proses transaksi.
- Peningkatan citra pariwisata: Desain gapura yang menampilkan tema lokal akan memberikan kesan positif dan memperkuat identitas Pantai Pandansimo sebagai destinasi wisata yang unik dan khas.
Peran CSR dalam Pembangunan Infrastruktur Wisata
Program CSR dari Bank BPD DIY berperan penting dalam pendanaan proyek ini. Dengan dukungan finansial dari pihak swasta, pemerintah daerah dapat melakukan pembangunan infrastruktur yang lebih cepat dan berkualitas. Hal ini juga menunjukkan komitmen bersama antara pemerintah dan sektor swasta dalam meningkatkan kualitas pariwisata di wilayah Bantul.
Potensi Pengembangan Kawasan Pantai Selatan
Pantai Pandansimo tidak hanya menjadi destinasi wisata yang indah, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat pariwisata yang lengkap. Dengan adanya fasilitas baru seperti gapura dan TPR terpadu, diharapkan kawasan ini dapat menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan ekonomi lokal.
.png)


Posting Komentar