P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4
Bookmark

Translate

Bromo Tutup, Tumpak Sewu Ramai Pengunjung Asing

Bromo Tutup, Tumpak Sewu Ramai Pengunjung Asing

Dampak Penutupan Gunung Bromo terhadap Wisata Tumpak Sewu

Penutupan kawasan wisata Gunung Bromo akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) justru memberikan dampak positif bagi destinasi wisata lain di Jawa Timur, yaitu Air Terjun Tumpak Sewu di Lumajang. Sejumlah wisatawan mancanegara yang sebelumnya merencanakan kunjungan ke Bromo kini beralih ke Tumpak Sewu sebagai alternatif.

Lonjakan Kunjungan Wisatawan Mancanegara

Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di Tumpak Sewu mencapai 30-40 persen dibandingkan kondisi normal. Hal ini disebabkan oleh perubahan rute perjalanan yang dilakukan para pemandu wisata untuk menjaga keselamatan pengunjung. Para pemandu harus meyakinkan wisatawan bahwa penutupan Bromo dilakukan karena alasan keamanan dan keselamatan.

Istikmal, salah satu pemandu wisata Bromo, mengatakan bahwa banyak wisatawan asing yang telah menyusun itinerary mereka sejak jauh hari. Mereka biasanya menghabiskan lima hari di Indonesia dengan Bromo menjadi salah satu tujuan utama pada hari kedua atau ketiga. Karena penutupan Bromo, Istikmal dan rekan-rekannya memutuskan untuk mengarahkan turis ke Tumpak Sewu.

Tumpak Sewu sebagai Tujuan Alternatif

Tumpak Sewu dipilih sebagai alternatif karena lokasinya relatif dekat dengan kawasan Bromo dan memiliki karakteristik alam yang sesuai dengan minat wisatawan mancanegara. Selain itu, panorama alam yang indah membuat Tumpak Sewu menjadi pilihan menarik bagi pengunjung.

Menurut Istikmal, meskipun ada beberapa wisatawan yang ingin meminta refund, sejauh ini belum ada yang meminta pengembalian dana. Para pemandu wisata lebih memilih mengalihkan perjalanan agar tetap bisa memberikan pengalaman yang memuaskan kepada pengunjung.

Peningkatan Kunjungan dari Berbagai Negara

Pengelola Tumpak Sewu, Dewi Rumanto, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan meningkat tajam setelah penutupan Bromo. Wisatawan mancanegara yang biasanya dominan dari Tiongkok kini semakin beragam, dengan adanya kunjungan dari Eropa dan Malaysia.

Dewi berharap momentum ini dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan Tumpak Sewu secara lebih luas ke pasar pariwisata internasional. Ia menilai bahwa pengalaman wisatawan selama berkunjung ke Tumpak Sewu dapat menjadi promosi gratis melalui media sosial.

Karhutla Bromo yang Meluas

Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah berlangsung sejak Senin (3/8/2026). Luas area yang terdampak mencapai sekitar 889 hektare. Akibatnya, aktivitas wisata di kawasan Bromo ditutup sementara demi keselamatan pengunjung dan proses pemadaman api.

Penutupan Seruni Point Probolinggo

Selain Bromo, kawasan Puncak Seruni Point di Probolinggo juga ditutup sementara mulai Rabu (12/8/2026) pukul 20.00 WIB. Penutupan ini dilakukan karena kebakaran di sekitar Gunung Bromo yang berpotensi membahayakan pengunjung apabila api mendekati area tersebut.

Sekda Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, menjelaskan bahwa keputusan penutupan dilakukan untuk mencegah risiko terhadap wisatawan dan masyarakat. Selama penutupan berlangsung, pengunjung dilarang masuk ke kawasan Puncak Seruni Point.



0

Posting Komentar