P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4
Bookmark

Translate

Bromo Tutup Akibat Kebakaran, Wisatawan Asing Pindah ke Tumpak Sewu Lumajang

Bromo Tutup Akibat Kebakaran, Wisatawan Asing Pindah ke Tumpak Sewu Lumajang

Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Jadi Alternatif Saat Gunung Bromo Ditutup

Kawasan wisata Gunung Bromo yang terkenal dengan keindahan alamnya kini menghadapi tantangan besar akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kejadian tersebut memaksa penutupan sementara aktivitas wisata di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), sehingga para pemandu wisata harus mencari alternatif destinasi untuk menggantikan kunjungan wisatawan mancanegara.

Salah satu destinasi yang menjadi pilihan utama adalah Air Terjun Tumpak Sewu di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Destinasi ini mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan setelah penutupan Gunung Bromo. Dengan lokasi yang relatif dekat dan pemandangan yang menarik, Tumpak Sewu menjadi opsi ideal untuk mengisi perjalanan wisata yang sebelumnya direncanakan ke Bromo.

Pemandu Wisata Harus Menyesuaikan Rencana Perjalanan Wisatawan

Istikmal, seorang pemandu wisata Bromo, mengungkapkan bahwa ia harus menjelaskan kembali kondisi lapangan kepada wisatawan asing yang sebelumnya sudah merencanakan kunjungan ke Bromo. Hal ini tidak mudah dilakukan karena banyak dari mereka memiliki rencana perjalanan yang telah disusun sebelumnya.

Menurut Istikmal, wisatawan mancanegara biasanya menyusun jadwal perjalanan selama beberapa hari, dengan Gunung Bromo sebagai salah satu tujuan utama. Karena penutupan Bromo, ia dan rekan-rekannya harus menawarkan alternatif lain agar perjalanan tetap berjalan.

"Yang sulit itu menjelaskan ke wisatawan utamanya yang mancanegara kalau Bromo tidak bisa dikunjungi," katanya. Untuk meyakinkan wisatawan, ia bahkan menunjukkan foto dan video kebakaran guna menjelaskan alasan penutupan kawasan tersebut.

Kunjungan Wisatawan Naik 30-40 Persen

Dewi Rumanto, pengelola Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang, mengatakan bahwa jumlah kunjungan wisatawan meningkat hingga 30-40 persen dibandingkan situasi normal sebelum kebakaran. Penambahan kunjungan ini terutama berasal dari wisatawan mancanegara.

Sebelumnya, wisatawan asing yang datang ke Tumpak Sewu umumnya berasal dari Tiongkok. Namun, setelah penutupan Bromo, banyak turis dari Eropa dan Malaysia juga mulai berkunjung ke air terjun ini.

"Paling banyak itu dari Eropa, China dan Malaysia," ujarnya. Dewi berharap hal ini menjadi momentum untuk mempromosikan Tumpak Sewu secara lebih luas ke berbagai negara.

Potensi Promosi Melalui Media Sosial

Dewi menilai bahwa kehadiran wisatawan asing di Tumpak Sewu memberikan dampak positif dalam promosi wisata. Mereka sering kali membagikan pengalaman mereka melalui media sosial, sehingga dapat menarik lebih banyak wisatawan internasional.

"Secara tidak langsung membantu mempromosikan kami di luar negeri," tambahnya. Ia berharap potensi ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Tumpak Sewu.

Kondisi Karhutla di Kawasan TNBTS

Kebakaran hutan dan lahan di kawasan TNBTS terjadi sejak Senin (3/8/2026) dan telah meluas hingga seluas 889 hektar. Akibatnya, aktivitas wisata di kawasan Bromo ditutup sementara selama proses pemadaman. Para pengelola dan pemandu wisata terus berupaya memastikan bahwa wisatawan tetap mendapatkan pengalaman yang baik meskipun ada perubahan rencana perjalanan.



Posting Komentar

Posting Komentar