P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4
Bookmark

Translate

Bromo Tutup Akibat Kebakaran, Wisatawan Naik 40 Persen ke Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang

Bromo Tutup Akibat Kebakaran, Wisatawan Naik 40 Persen ke Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang

Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Jadi Alternatif Wisatawan Pasca-Penutupan Bromo

Kawasan Gunung Bromo yang menjadi salah satu destinasi wisata utama di Jawa Timur, kini harus ditutup sementara akibat kebakaran hutan. Hal ini memaksa para wisatawan mancanegara mencari alternatif tujuan wisata yang lebih aman dan menarik. Salah satu destinasi yang mulai diminati adalah Air Terjun Tumpak Sewu di Kabupaten Lumajang.

Dampak Penutupan Bromo pada Kunjungan Wisatawan

Sejak penutupan kawasan Bromo, jumlah kunjungan wisatawan ke Air Terjun Tumpak Sewu meningkat signifikan. Pengelola wisata setempat mencatat kenaikan sekitar 30-40 persen dibandingkan kondisi normal sebelum kebakaran. Wisatawan dari berbagai negara seperti Eropa, Tiongkok, dan Malaysia mulai beralih ke lokasi ini.

Istikmal, seorang pemandu wisata yang biasa mengajak turis ke Bromo, mengatakan bahwa ia harus menjelaskan perubahan rencana perjalanan kepada wisatawan asing. "Yang sulit itu menjelaskan ke wisatawan, utamanya yang mancanegara kalau Bromo tidak bisa dikunjungi," ujarnya.

Menurut Istikmal, banyak wisatawan luar negeri yang telah merencanakan perjalanan selama beberapa hari. Biasanya, Bromo menjadi salah satu destinasi dalam rangkaian perjalanan tersebut. Namun, karena penutupan, ia harus menawarkan alternatif lain agar perjalanan tetap berjalan lancar.

Pemandangan yang Menarik Minat Wisatawan

Salah satu alasan pemandu wisata memilih Tumpak Sewu sebagai alternatif adalah karena lokasinya relatif dekat dengan Bromo. Selain itu, pemandangan yang indah dan alami juga cocok dengan minat wisatawan luar negeri.

"Yang susah kalau mereka minta refund, tapi sejauh ini belum ada yang minta refund. Jadi kami arahkan untuk ke tempat wisata lain," tambah Istikmal.

Dewi Rumanto, pengelola wisata Tumpak Sewu, menyampaikan bahwa penutupan Bromo memberikan dampak positif terhadap kunjungan wisatawan. "Kunjungan wisatawan melonjak 30-40 persen sejak Bromo ditutup, utamanya yang dari luar negeri," katanya.

Pada kondisi normal, wisatawan mancanegara di air terjun tersebut paling banyak berasal dari Tiongkok. Namun, sejak Bromo ditutup, kata Dewi, turis asal Eropa dan Malaysia banyak berdatangan. "Paling banyak itu dari Eropa, China dan Malaysia," bebernya.

Kesempatan untuk Memperluas Promosi Wisata

Dewi berharap hal ini menjadi momentum untuk mempromosikan Wisata Tumpak Sewu Lumajang di banyak negara. Ia berpikir bahwa kehadiran wisatawan asing dapat membantu promosi secara tidak langsung melalui media sosial mereka.

"Dengan adanya mereka (wisatawan asing) secara tidak langsung membantu mempromosikan kami di luar negeri," ujarnya.

Informasi Tambahan Mengenai Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berlangsung sejak Senin (3/8/2026). Kebakaran tersebut mencapai luasan 889 hektare hingga aktivitas wisata di kawasan Bromo ditutup sementara selama proses pemadaman.



0

Posting Komentar