P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4
Bookmark

Translate

Bromo Tutup Akibat Kebakaran, Wisatawan Asing Beralih ke Tumpak Sewu Lumajang

Bromo Tutup Akibat Kebakaran, Wisatawan Asing Beralih ke Tumpak Sewu Lumajang

Perubahan Rute Wisata Akibat Karhutla di Bromo

Penutupan kawasan wisata Gunung Bromo akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah mengubah pola perjalanan wisatawan mancanegara di Jawa Timur. Sejumlah pemandu wisata memilih untuk mengalihkan destinasi turis asing ke lokasi lain, salah satunya Air Terjun Tumpak Sewu di Kabupaten Lumajang. Perubahan ini dilakukan agar agenda wisata yang telah disusun tetap berjalan meski Bromo sementara tidak dapat dikunjungi.

Tumpak Sewu menjadi salah satu pilihan karena lokasinya relatif dekat dengan kawasan Bromo dan memiliki panorama alam yang menarik bagi wisatawan asing. Istikmal, seorang pemandu wisata Bromo, mengatakan bahwa ia harus menjelaskan kondisi terkini kepada wisatawan, terutama mereka yang sebelumnya telah memasukkan Bromo dalam rencana perjalanan. Bahkan, ia harus menunjukkan foto dan video kebakaran untuk meyakinkan wisatawan mengenai alasan penutupan kawasan tersebut.

"Yang sulit itu menjelaskan ke wisatawan utamanya yang mancanegara kalau Bromo tidak bisa dikunjungi," katanya.

Pemandu Wisata Mengalihkan Turis ke Destinasi Lain

Menurut Istikmal, wisatawan mancanegara biasanya memiliki jadwal perjalanan selama beberapa hari. Bromo menjadi salah satu destinasi yang umumnya telah masuk dalam itinerary mereka. Dengan adanya penutupan, pemandu wisata harus mencari alternatif agar wisatawan tetap dapat menikmati perjalanan tanpa harus membatalkan agenda yang telah disusun.

"Biasanya kan turis asing itu bisa lima hari di sini dan Bromo didatangi di hari kedua atau tiga. Karena tidak bisa dikunjungi kita arahkan ke tempat wisata lain," ujar Istikmal. Dari sejumlah pilihan destinasi, Tumpak Sewu menjadi salah satu tujuan yang ditawarkan kepada wisatawan. Selain relatif dekat dari Bromo, karakter wisata alam Tumpak Sewu dinilai sesuai dengan minat banyak wisatawan mancanegara.

Istikmal mengatakan sejauh ini belum ada wisatawan yang meminta pengembalian biaya perjalanan akibat penutupan Bromo. "Yang susah kalau mereka minta refund, tapi sejauh ini belum ada yang minta refund. Jadi kami arahkan untuk ke tempat wisata lain," katanya.

Kunjungan Tumpak Sewu Naik 30-40 Persen

Peralihan wisatawan dari Bromo ternyata berdampak langsung terhadap tingkat kunjungan ke Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang. Pengelola Tumpak Sewu Lumajang, Dewi Rumanto, mengatakan jumlah wisatawan meningkat hingga 30-40 persen dibandingkan kondisi normal sebelum karhutla Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

"Kunjungan wisatawan melonjak 30-40 persen sejak Bromo ditutup, utamanya yang dari luar negeri," kata Dewi. Kenaikan tersebut terutama terlihat dari kedatangan wisatawan mancanegara. Jika sebelumnya wisatawan asing yang berkunjung ke Tumpak Sewu didominasi turis asal Tiongkok, kini komposisinya semakin beragam.

Dewi menyebut wisatawan dari Eropa dan Malaysia juga semakin banyak berdatangan sejak Bromo ditutup. "Paling banyak itu dari Eropa, China dan Malaysia," bebernya.

Momentum Promosi Wisata Lumajang

Meningkatnya kunjungan wisatawan asing dinilai dapat menjadi peluang bagi Tumpak Sewu untuk memperluas pengenalan destinasi tersebut di pasar internasional. Dewi berharap kedatangan turis dari berbagai negara tidak hanya memberikan dampak ekonomi dalam jangka pendek, tetapi juga membantu memperkenalkan Tumpak Sewu kepada calon wisatawan lainnya.

"Dengan adanya mereka (wisatawan asing) secara tidak langsung membantu mempromosikan kami di luar negeri melalui media sosial mereka," pungkasnya.

Karhutla Bromo Masih Berlangsung

Sebagai informasi, kebakaran hutan dan lahan di kawasan TNBTS mulai terjadi pada Senin (3/8/2026). Kebakaran tersebut berdampak terhadap kawasan seluas sekitar 889 hektare berdasarkan data yang disebutkan dalam naskah. Kondisi tersebut membuat aktivitas wisata di kawasan Bromo ditutup sementara selama proses pemadaman berlangsung.

Penutupan Bromo pun tidak hanya berdampak terhadap wisatawan, tetapi juga memaksa pelaku jasa wisata melakukan penyesuaian rute perjalanan. Di sisi lain, kondisi tersebut memberikan efek positif bagi sejumlah destinasi alternatif, termasuk Tumpak Sewu Lumajang yang kini mendapat tambahan kunjungan wisatawan mancanegara.


0

Posting Komentar