P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4
Bookmark

Translate

Bromo Tutup Akibat Kebakaran, Tumpak Sewu Jadi Tujuan Wisatawan Asing

Bromo Tutup Akibat Kebakaran, Tumpak Sewu Jadi Tujuan Wisatawan Asing

Wisatawan Mancanegara Beralih ke Air Terjun Tumpak Sewu Akibat Penutupan Bromo

Penutupan sementara kawasan wisata Gunung Bromo akibat kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah mengubah rencana perjalanan wisatawan mancanegara. Kebakaran yang terjadi sejak Senin (3/8/2026) meluas hingga sekitar 889 hektare, sehingga memaksa pengelola untuk menutup akses wisata ke kawasan tersebut. Hal ini berdampak langsung pada kunjungan wisatawan yang biasanya menjadikan Bromo sebagai salah satu destinasi utama.

Pemandu Wisata Berusaha Menyesuaikan Rencana Perjalanan

Sejumlah pemandu wisata Bromo mengalihkan tujuan wisatawan ke destinasi lain di sekitar kawasan tersebut. Salah satu yang menjadi pilihan adalah Air Terjun Tumpak Sewu di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Istikmal, salah seorang pemandu wisata Bromo, mengatakan bahwa perubahan rencana perjalanan tidak selalu mudah dilakukan. Para wisatawan asing umumnya telah menyusun itinerary sebelum tiba di Indonesia, termasuk kunjungan ke Bromo.

Untuk menjelaskan kondisi terkini, pemandu bahkan harus menunjukkan foto dan video kebakaran kepada wisatawan agar mereka memahami alasan Bromo tidak dapat dikunjungi sementara. "Yang sulit itu menjelaskan ke wisatawan utamanya yang mancanegara kalau Bromo tidak bisa dikunjungi," ujar Istikmal, Rabu (12/8/2026).

Menurut Istikmal, wisatawan mancanegara biasanya berada di Indonesia selama beberapa hari dan Bromo menjadi salah satu tujuan dalam perjalanan mereka. Ketika akses wisata Bromo ditutup, pemandu menawarkan sejumlah destinasi alternatif agar agenda perjalanan wisatawan tetap berjalan. Tumpak Sewu menjadi salah satu pilihan karena lokasinya relatif dekat dengan Bromo dan memiliki daya tarik alam yang sesuai dengan minat wisatawan asing.

"Biasanya kan turis asing itu bisa lima hari di sini dan Bromo didatangi di hari kedua atau tiga. Karena tidak bisa dikunjungi kita arahkan ke tempat wisata lain," ujar Istikmal. Ia mengatakan sejauh ini wisatawan belum meminta pengembalian dana atau refund akibat perubahan tujuan wisata. Pemandu memilih menawarkan destinasi lain sebagai pengganti kunjungan ke Bromo.

"Yang susah kalau mereka minta refund, tapi sejauh ini belum ada yang minta refund. Jadi kami arahkan untuk ke tempat wisata lain," katanya.

Kunjungan ke Tumpak Sewu Melonjak

Peralihan tujuan wisata tersebut ikut meningkatkan jumlah pengunjung di Air Terjun Tumpak Sewu. Pengelola Tumpak Sewu Lumajang Dewi Rumanto menyebut kunjungan wisatawan meningkat sekitar 30–40 persen sejak Bromo ditutup. "Kunjungan wisatawan melonjak 30-40 persen sejak Bromo ditutup, utamanya yang dari luar negeri," kata Dewi Rumanto.

Dalam kondisi normal wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Tumpak Sewu didominasi turis asal Tiongkok, situasinya berubah setelah penutupan Bromo. Wisatawan dari sejumlah negara Eropa dan Malaysia kini juga terlihat lebih banyak berkunjung. Menurut Dewi, wisatawan asing yang datang antara lain berasal dari Eropa, China, dan Malaysia.

"Paling banyak itu dari Eropa, China dan Malaysia," katanya. Dewi berharap meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara menjadi momentum untuk memperkenalkan Tumpak Sewu lebih luas, khususnya ke pasar wisata internasional.

Menurut dia, kunjungan wisatawan asing tidak hanya memberikan dampak ekonomi bagi pelaku wisata lokal. Aktivitas mereka di Tumpak Sewu juga berpotensi menjadi promosi tidak langsung melalui unggahan di media sosial.

"Dengan adanya mereka (wisatawan asing) secara tidak langsung membantu mempromosikan kami di luar negeri melalui media sosial mereka," pungkasnya.

Kondisi Karhutla di TNBTS

Kebakaran hutan dan lahan di kawasan TNBTS mulai terjadi sejak Senin (3/8/2026). Kebakaran kemudian meluas hingga sekitar 889 hektare. Kondisi tersebut membuat aktivitas wisata di kawasan Bromo ditutup sementara untuk mendukung proses pemadaman dan penanganan karhutla.


Posting Komentar

Posting Komentar