P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4
Bookmark

Translate

Yogyakarta Pantau Risiko Banjir Pasca Liburan Panjang

Featured Image

Penyakit Superflu: Perlu Waspada, Tapi Tidak Sampai Menakutkan

Superflu, atau influenza varian baru, merupakan penyakit menular yang menyebar dengan cepat. Meskipun tingkat kegawatan tidak sebesar COVID-19, masyarakat tetap diminta untuk tetap waspada. Salah satu cara terbaik untuk mencegah penyebaran adalah dengan menjaga kesehatan melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga daya tahan tubuh, serta memastikan cukup waktu istirahat.

Lana Unwanah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, menjelaskan bahwa superflu lebih rentan menyerang kelompok lansia, anak-anak, serta penderita komorbid. Ia menekankan pentingnya pola makan bergizi dan istirahat yang cukup sebagai langkah pencegahan utama.

Hingga saat ini, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mencatat hanya satu kasus superflu yang terdeteksi pada September 2025. Pasien tersebut telah pulih setelah menjalani perawatan. Hingga kini, tidak ada tambahan kasus baru di wilayah Yogyakarta. Secara nasional, jumlah kasus superflu terkonfirmasi hingga akhir 2025 mencapai lebih dari 60 kasus, tersebar di beberapa provinsi. Namun, situasi di Yogyakarta masih terkendali.

Lana menyarankan penggunaan masker bagi warga yang sedang sakit maupun berada di kerumunan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko penularan. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya PHBS dalam mencegah penyebaran penyakit.

Peningkatan kasus flu umumnya terjadi pada bulan September hingga Oktober. Pada periode ini, gejala flu cenderung lebih berat dan berlangsung lebih lama. Beberapa klaster penularan juga sempat ditemukan di lingkungan sekolah. Untuk menghindari penyebaran, anak-anak yang sakit diminta untuk istirahat agar tidak menularkan kepada teman lainnya.

Meski terjadi peningkatan kasus, tren saat ini menunjukkan penurunan. Berdasarkan laporan fasilitas pelayanan kesehatan, peningkatan yang tercatat lebih banyak mengarah pada kasus infeksi saluran pernapasan akut secara umum.

Potensi Lonjakan Kasus Setelah Libur Panjang

Adapun potensi lonjakan kasus setelah libur panjang dan meningkatnya mobilitas wisatawan masih terus dipantau. Masa inkubasi penyakit diperkirakan berlangsung satu hingga dua pekan. Meskipun ada potensi peningkatan, belum tentu terjadi. Dinas Kesehatan tetap memantau melalui sistem surveilans.

Lana menegaskan bahwa superflu bisa sembuh dengan sendirinya, tergantung pada daya tahan tubuh seseorang. Jika gejala tidak membaik dalam dua hingga tiga hari, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Ia memastikan bahwa superflu hanya menyerang saluran pernapasan atas dan tidak menimbulkan kegawatan seperti yang terjadi pada pandemi sebelumnya. Pemeriksaan laboratorium dilakukan secara terbatas melalui sistem sentinel di fasilitas kesehatan tertentu.

Pentingnya Perhatian Khusus pada Kelompok Rentan

Kelompok dengan penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes perlu mendapat perhatian khusus karena kondisi tersebut dapat memperberat penyakit menular. Oleh karena itu, masyarakat didorong untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan minimal satu kali dalam setahun.

Dengan gaya hidup sehat dan pemeriksaan rutin, risiko penyakit menular maupun tidak menular bisa ditekan. Langkah-langkah ini sangat penting untuk menjaga kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Mutasi Virus Influenza

Menurut Tri Wibawa, dosen Mikrobiologi FK-KMK UGM, virus Influenza A “subclade” K memiliki perbedaan genetik dibandingkan virus sebelumnya. Namun, subclade ini tetap memiliki kekerabatan dekat dengan virus flu musiman yang sering dialami oleh banyak orang.

Para ahli virus menganggap bahwa saat ini belum ada tanda-tanda yang menunjukkan sesuatu yang tidak biasa dalam evolusi virus. Virus influenza selalu berubah dalam proses revolusinya. Hingga kini, tidak ada bukti dari studi laboratorium maupun populasi bahwa varian ini dapat menghindari kekebalan tubuh manusia yang terbentuk dari infeksi sebelumnya atau vaksin yang sudah diterima.

0

Posting Komentar