P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4
Bookmark

Translate

Pemkab Bandung Barat Dorong Kuliner, Wabup Asep: UMKM Harus Adaptif

Featured Image

Pemkab Bandung Barat Perkuat Sektor Kuliner dengan Berbagai Program

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat terus berupaya memperkuat sektor kuliner sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kegiatan peningkatan kapasitas pelaku usaha kuliner. Kegiatan ini digelar di Bandung Barat pada hari Selasa (25/11/2025), dan dihadiri oleh berbagai pelaku UMKM serta stakeholder terkait.

Wakil Bupati (Wabup) Bandung Barat, Asep Ismail, menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk mereka. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi pelaku usaha kuliner di wilayah tersebut.

“Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha. Kami ingin mereka semakin kuat dalam manajemen bisnis dan lebih kreatif dalam mengembangkan inovasi produk,” ujarnya.

Asep menekankan bahwa pelaku UMKM harus mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan yang ada. Hal ini termasuk persaingan usaha yang semakin ketat, perubahan perilaku konsumen, percepatan digitalisasi, serta tuntutan terhadap kualitas dan higienitas produk. Dengan demikian, ia mengimbau agar pelaku usaha bisa lebih siap dalam memanfaatkan teknologi digital, baik dalam pemasaran, pencatatan keuangan, maupun layanan kepada pelanggan.

Dukungan Pemkab untuk Pelaku UMKM

Pemkab Bandung Barat telah menyediakan berbagai bentuk dukungan bagi pelaku UMKM. Beberapa di antaranya adalah pelatihan, pendampingan usaha, penguatan kemitraan, serta perluasan akses pemasaran. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa pelaku usaha bisa berkembang secara berkelanjutan.

Selain itu, Asep juga menekankan pentingnya menjaga nilai budaya dan identitas daerah dalam perkembangan sektor kuliner. Menurutnya, kuliner tidak hanya berbicara tentang makanan, tetapi juga tentang kreativitas, inovasi, serta identitas lokal.

“Kita memiliki potensi besar, mulai dari produk tradisional, jajanan khas, hingga kreasi kuliner modern yang diminati generasi muda,” katanya.

Kolaborasi dan Jaringan Usaha

Asep berharap para pelaku usaha kuliner dapat lebih aktif berdiskusi, berkolaborasi, dan membangun jaringan antarpelaku usaha maupun dengan pemerintah. Ia menilai bahwa kolaborasi ini sangat penting untuk memperkuat ekonomi lokal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Bandung Barat.

Beberapa langkah strategis yang bisa dilakukan antara lain:

  • Meningkatkan komunikasi antara pelaku usaha dan pemerintah
  • Membentuk kelompok atau asosiasi usaha kuliner
  • Mengadakan pertemuan rutin untuk berbagi pengalaman dan ide
  • Memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar

Dengan adanya kerja sama yang baik, diharapkan pelaku usaha kuliner di Bandung Barat dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.

0

Posting Komentar