P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4
Bookmark

Translate

Mengunjungi Sumba, Menyaksikan Matahari Terbit di Bukit Tanarara

Featured Image

Pengalaman Menyaksikan Matahari Terbit di Bukit Tanarara, Sumba

Pagi yang masih gelap dan langit yang belum berubah menjadi terang adalah awal dari perjalanan yang menarik. Setelah melakukan perjalanan selama enam jam dari Jakarta, pagi pertama saya di tanah Sumba, Nusa Tenggara Timur, dimulai dengan menyaksikan matahari terbit di Bukit Tanarara. Lokasi ini menjadi salah satu destinasi yang patut dikunjungi saat berkunjung ke pulau yang kaya akan keindahan alam.

Dari penginapan tempat saya menginap, jarak menuju Bukit Tanarara sekitar 37 kilometer. Perjalanan memakan waktu sekitar satu jam menggunakan mobil. Jalanan yang dilalui cukup menantang, karena melintasi jalan yang naik dan turun serta berkelok-kelok di sepanjang perbukitan. Namun, perjalanan ini terasa sangat berharga karena pemandangan yang menyejukkan hati.

Jalanan yang sempat membuat perut saya terasa tidak nyaman akibat getaran mobil, ternyata terbayar oleh keindahan alam yang terlihat di sepanjang perjalanan. Di sebelah kiri dan kanan jalan, terdapat hamparan bukit hijau yang luas dan menambah kesan indah dari perjalanan tersebut.

Kami tiba di Bukit Tanarara sekitar pukul 05.00 Wita. Dari ketinggian, semburat cahaya mulai muncul dari ufuk timur. Pemandangan yang terbentang begitu luas, hanya savana yang membentang tanpa batas. Angin yang bertiup cukup kencang di ketinggian membuat udara terasa segar dan bersih. Berbeda dengan suasana di Jakarta yang sering diterpa debu dan polusi.

Tidak perlu menguras tenaga untuk mencapai spot yang tepat untuk melihat matahari terbit. Spot ini berada tepat di tepi jalan, sehingga ketika rombongan tiba di lokasi, kami langsung bisa menuju titik terbaik untuk menikmati pemandangan matahari terbit.

Matahari sempurna mulai muncul sekitar pukul 05.30 Wita. Langit mulai berubah menjadi biru cerah, dan pagi pertama kami di Sumba disambut dengan kondisi cuaca yang cerah. Keindahan alam yang terlihat di sini benar-benar membuat hati merasa damai dan puas.

Jika Anda berniat mengunjungi Bukit Tanarara, sebaiknya memakai alas kaki yang anti selip. Beberapa area perbukitan terasa licin, terutama setelah hujan. Selain itu, ada banyak spot foto yang bisa digunakan. Jangan hanya terpaku pada matahari yang terbit, tetapi juga bisa menjelajahi area perbukitan untuk melihat pemandangan savana yang lebih luas.

Untuk mendapatkan hasil foto atau video yang maksimal, saya menyarankan menggunakan pakaian berwarna cerah seperti putih atau cream. Warna-warna tersebut akan memberikan efek yang lebih menarik dalam gambar.

Bukit Tanarara adalah salah satu tempat yang wajib dikunjungi saat berada di Sumba. Keindahan alam yang terbentang di sekitar lokasi ini pasti akan meninggalkan kesan mendalam bagi siapa saja yang pernah mengunjunginya. Jadi, kapan lagi Anda akan berkunjung ke Sumba?

Posting Komentar

Posting Komentar