
Diplomatic Forum di Banyumas: Budaya dan Investasi Bersatu
Pada malam hari Selasa (25/11/2025), sebuah momen istimewa terjadi di Pendopo Si Panji Banyumas. Enam duta besar dari berbagai negara, termasuk Seychelles, Polandia, Kamboja, Ethiopia, Uzbekistan, dan Kuba, tampil bersama dalam irama tarian lengger yang khas dari Banyumas. Acara ini merupakan bagian dari gelaran Diplomatic Forum yang diselenggarakan di Pendopo Bupati Banyumas.
Acara ini menjadi panggung diplomasi budaya antara Banyumas dan dunia. Para duta besar hadir sebagai undangan dari Voice of Indonesia atau Siaran Luar Negeri (SLN) RRI dan Pemerintah Kabupaten Banyumas. Mereka tidak hanya menikmati tarian lengger, tetapi juga mencicipi kuliner khas Banyumas seperti Soto Sokaraja dan mendoan.
Duta Besar Seychelles untuk Indonesia, Nico Barito, tampak sangat antusias dalam acara tersebut. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap pesona budaya Banyumas, khususnya tarian lengger yang menurutnya tidak ditemukan di negaranya. Ia bahkan menyampaikan niat untuk membawa para penari lengger ke Seychelles agar bisa tampil di depan turis yang datang setiap tahunnya hingga 1 juta orang.
Nico juga menjelaskan bahwa ia sudah beberapa kali berkunjung ke Banyumas untuk mempelajari pengelolaan sampah berbasis komunitas. Menurutnya, sistem ini telah berhasil diterapkan di Banyumas dan kini juga diterapkan di Seychelles. Ia menambahkan bahwa sektor pariwisata dan perikanan adalah sumber pendapatan utama negaranya, dan menjaga kelestarian alam menjadi kunci keberlanjutan kehidupan.
Bupati Banyumas Sadewo Tri L. menyebut Diplomatic Forum sebagai momentum penting untuk memperkenalkan potensi daerah di panggung internasional. Selain budaya dan wisata, ia menyoroti produk UMKM Banyumas yang telah menembus pasar global, seperti gula kelapa kristal. Sadewo mengajak para duta besar untuk mengundang warganya berinvestasi di Banyumas.
Menurutnya, pintu investasi masih terbuka lebar, bahkan pemerintah daerah sedang menyiapkan kawasan industri di wilayah Wangon. Ia menekankan bahwa Banyumas memiliki alam yang indah, seperti Baturraden yang menjadi salah satu pusat wisata. Wisata ini didukung dengan budaya, kuliner, dan lainnya. Ia meminta para duta besar untuk datang dan berinvestasi di Banyumas.
Selain para duta besar, acara tersebut juga dihadiri oleh Anggota DPR RI Komisi VII Siti Mukaromah dan para kepala dinas di Kabupaten Banyumas. Diplomatic Forum SLN RRI berlangsung selama dua hari, yaitu pada hari Selasa dan Rabu (25–26/11/2025).
Pada hari kedua, para duta besar dijadwalkan mengunjungi TPA BLE, sentra UMKM gula kelapa kristal, serta kawasan wisata Baturraden. Gelaran ini menjadi bukti bahwa diplomasi budaya dapat menjadi jembatan ekonomi dan investasi. Banyumas tidak hanya memperkenalkan diri tetapi juga memikat perhatian dunia.
.png)


Posting Komentar