P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4
Bookmark

Translate

Wisata NTT: Pesona Rana Masak di Manggarai Timur, Air Panas Sembuhkan Kulit

Wisata NTT: Pesona Rana Masak di Manggarai Timur, Air Panas Sembuhkan Kulit

Wisata Alam Rana Masak di Desa Ngolo Dele, Kabupaten Manggarai Timur

Kabupaten Manggarai Timur memiliki keindahan alam yang menarik dan budaya lokal yang kaya. Salah satu tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi adalah Rana Masak, yang terletak di Desa Ngolo Dele, Kecamatan Kota Komba. Meskipun belum terkenal secara luas, Rana Masak menawarkan pemandangan alam yang unik dan daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Rana Masak dikenal dengan keberadaan mata air panas yang muncul dari sela-sela bebatuan kapur. Menurut hasil penelitian, area ini mengandung panas bumi yang memberikan keunikan tersendiri. Terdapat belasan mata air yang tersebar di sekitar lokasi, membentuk tangga-tangga berwarna kuning yang menyebar di area yang luas.

Pengunjung akan menemukan sekitar delapan titik mata air pada tangga pertama setelah melewati Sungai Wae Moi. Ukuran mata air ini bervariasi, mulai dari yang besar hingga kecil. Namun, pengunjung diminta untuk berhati-hati karena beberapa kali terjadi insiden seperti kerbau dan babi hutan yang tenggelam dan tidak bisa ditemukan.

Di tingkat kedua, terdapat tiga titik mata air panas yang muncul dari bebatuan kapur. Dua dari titik tersebut berdekatan, sehingga pengunjung dapat mencuci muka atau merendam kaki. Menurut cerita warga setempat, air panas ini dipercaya mampu menyembuhkan luka atau penyakit kulit. Bahkan, telur dapat matang dalam waktu 15 menit jika dimasukkan ke dalam air panas ini.

Pada tangga yang paling atas, terdapat satu titik mata air panas yang bisa digunakan untuk mandi atau merendam diri. Air panas ini juga digunakan sebagai bahan utama pembuatan kolam renang yang dibangun di sisi timur lokasi. Di sebelah barat kolam, telah dibangun taman dengan 11 bangku untuk pengunjung dan ditanami berbagai jenis bunga.

Selain itu, pemandangan sekitar Rana Masak sangat menarik. Pengunjung akan disuguhkan oleh hamparan persawahan padi yang hijau dan menguning, serta pondok-pondok petani yang berdiri di sekeliling destinasi ini. Nuansa alam yang indah juga hadir melalui hutan dan tanaman umur panjang seperti pohon jati, mahoni, kemiri, kakao, dan lainnya.

Untuk mencapai Rana Masak, pengunjung dapat memilih jalur dari Kota Borong. Jalan yang dilalui adalah Borong-Kembur-Warat, yang cukup mulus. Setelah sampai di Kampung Warat, Anda perlu belok kanan mengikuti jalan Warat-Paanleleng. Jalur ini sebagian kecil memiliki permukaan yang rusak dan berlubang.

Setelah menempuh sekitar 5 kilometer, Anda akan tiba di Kampung Purak, Dusun Wae Bulang, Desa Ngampang Mas, Kecamatan Borong. Dari sini, Anda harus berjalan kaki sejauh sekitar 1.000 meter dengan medan yang menurun hingga mencapai Kali Wae Moi. Meski jalannya terjal, pemandangan alam dan perkebunan warga akan membuat perjalanan terasa lebih menyenangkan.

Di lokasi Rana Masak, belum ada rumah makan atau cafe, sehingga pengunjung disarankan membawa bekal makanan dan minuman sendiri. Selain itu, belum ada penginapan seperti home stay, vila, atau hotel. Oleh karena itu, pengunjung disarankan untuk kembali ke Kota Borong untuk menginap, yang memiliki banyak pilihan hotel dengan harga terjangkau.

Posting Komentar

Posting Komentar