P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4
Bookmark

Translate

Malang Tanpa Pesta Rakyat, Wisata Siapkan Strategi Kreatif Hadapi Libur Akhir Tahun

Featured Image

Peningkatan Aktivitas Sektor Pariwisata di Kota Malang

Memasuki bulan Desember, aktivitas sektor pariwisata di Kota Malang mulai menunjukkan tanda-tanda peningkatan. Momentum libur panjang akhir tahun selalu menjadi waktu yang dinantikan oleh pelaku usaha wisata, pusat perbelanjaan, hingga kampung-kampung tematik. Meskipun tahun ini tidak ada pesta rakyat besar-besaran seperti tahun-tahun sebelumnya, berbagai destinasi dan tempat wisata tetap mempersiapkan berbagai kegiatan menarik untuk menarik pengunjung.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah perayaan pergantian tahun. Tahun lalu, acara tersebut digelar dengan meriah, termasuk hadirnya artis ternama dan pesta kembang api yang mempercantik langit malam. Namun, untuk menyambut tahun 2026, pihak terkait mengumumkan bahwa tidak akan ada acara khusus dari pemerintah setempat. Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menjelaskan bahwa kegiatan akhir tahun akan terbatas pada pertunjukan musik rutin di kawasan Kajoetangan Heritage.

Meski tanpa pesta rakyat, Disporapar tetap menyiapkan strategi untuk memastikan kenyamanan para pengunjung. Salah satunya adalah pembentukan tim pemantau wisatawan. Langkah ini juga bertujuan untuk memantau jumlah pengunjung, mengingat target kunjungan tahun ini masih kurang sekitar 800 ribu dari total 3,3 juta wisatawan. Hingga November, jumlah kunjungan baru mencapai 2,5 juta orang.

Selain itu, koordinasi dengan Dinas Perhubungan diperkuat untuk mengantisipasi lonjakan lalu lintas pada masa Natal dan Tahun Baru. Hal ini dilakukan guna memastikan kelancaran arus lalu lintas serta kenyamanan pengunjung.

Di sisi lain, pelaku usaha pariwisata dan pusat perbelanjaan justru menyambut momentum liburan dengan antusiasme tinggi. Salah satu contohnya adalah Malang Town Square (Matos), yang telah menyiapkan rangkaian acara khusus. Program school goes to Matos menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Natal. Sekolah-sekolah Kristen akan melakukan kunjungan dan ikut serta dalam beragam aktivitas bernuansa perayaan.

Puncak acara di Matos adalah Christmas Market, yang akan menghadirkan dekorasi bertema Natal, hiburan meriah, serta promo belanja menarik. Untuk malam pergantian tahun, Matos memilih menggelar festival bertema Korean Pop (K-Pop). Meskipun tidak ada pesta kembang api dan acara tidak berlangsung hingga tengah malam, festival ini dirancang untuk memberikan pengalaman unik bagi pengunjung.

Hawaii Group juga turut serta dalam memeriahkan momen liburan. Malang Night Paradise akan mengusung tema “Night of A Thousand Mask” atau malam seribu topeng. Setiap pengunjung yang datang akan mendapatkan satu topeng gratis, sementara area wisata akan disulap menjadi suasana misterius sekaligus elegan. Event ini hanya digelar sekali dalam setahun, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Sementara itu, Hawaii Waterpark mengangkat tema “Battle Pirates versus Zombie.” Setiap hari, sebanyak 200 harta karun tersebar di area wahana yang bisa ditukar dengan berbagai hadiah seperti elektronik, golden ticket, hingga voucher makanan. Rangkaian acara ini berlangsung mulai 12 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

Tidak hanya pusat perbelanjaan dan taman hiburan, kampung-kampung tematik di Kota Malang juga sedang mempersiapkan berbagai kegiatan akhir tahun. Kajoetangan Heritage, Kampung Warna-Warni Jodipan, dan Kampung Budaya Polowijen sedang mematangkan konsep perayaan yang akan segera diumumkan ke publik.

Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang, Isa Wahyudi, memastikan bahwa kampung tematik tetap berupaya menghadirkan kegiatan menarik meski tanpa dukungan acara besar dari pemerintah. Dengan berbagai upaya tersebut, Kota Malang tetap bersiap menyambut musim libur Desember dengan meriah, meski tanpa pesta rakyat yang megah seperti sebelumnya.

0

Posting Komentar