
Pengembangan Wisata di Goa Lowo, Trenggalek Mulai Berubah
Di tengah upaya memperbarui citra destinasi wisata, kawasan Goa Lowo di Kabupaten Trenggalek mulai menunjukkan tanda-tanda perubahan. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat sedang menggarap inisiatif baru yang bertujuan untuk menyuguhkan pengalaman wisata yang lebih modern dan menarik. Salah satu langkah utamanya adalah penerapan teknologi cahaya sebagai atraksi utama.
Pelaksana tugas Kepala Disparbud Trenggalek, Edi Santoso, menjelaskan bahwa inovasi berbasis teknologi ini merupakan respons terhadap penurunan jumlah kunjungan ke lokasi wisata tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyampaikan bahwa meskipun Goa Lowo dikenal sebagai salah satu ikon wisata geologi di wilayah ini, tingkat kunjungan masih jauh dari harapan.
Data yang dirilis oleh Disparbud menunjukkan penurunan signifikan dalam jumlah pengunjung. Tahun 2022 mencatat sekitar 13 ribu kunjungan, kemudian turun menjadi 10.539 pada 2023, dan kembali menurun menjadi 9.168 wisatawan pada 2024. Hal ini mendorong pemerintah daerah untuk merancang strategi pengembangan yang lebih menarik dan sesuai dengan tren wisata modern.
Pada tahun depan, fokus pengembangan akan dialihkan ke area luar goa. Teknologi pencahayaan, wahana artistik, serta ruang rekreasi baru akan disiapkan sebagai paket atraksi yang bisa dinikmati sepanjang hari, baik siang maupun malam. Menurut Edi, pengembangan area dalam goa masih memerlukan riset geologi terlebih dahulu sebelum dilakukan pembangunan lebih lanjut.
Pemerintah setempat berencana bekerja sama dengan PT Assalam, mitra jejaring Jatim Park, untuk merancang konsep wisata yang menggabungkan unsur alam dan teknologi. Rencananya, instalasi atraksi cahaya berbasis konsep geopark akan dipasang. Tujuan dari inisiatif ini adalah agar wisata Goa Lowo dapat aktif dari pagi hingga malam hari.
Jika penerapan tahap awal yang berbasis teknologi ini berhasil meningkatkan minat wisatawan, maka Pemkab Trenggalek akan membuka peluang kerja sama lanjutan dengan manajemen Jatim Park pusat. Hal ini bertujuan untuk menghadirkan investasi yang lebih besar dan inovasi yang lebih lengkap.
Selain revitalisasi Goa Lowo, sejumlah destinasi lain seperti Pasir Putih Simbaronce, Prigi 360, dan Hotel Prigi juga akan dikembangkan. Meski begitu, besaran anggarannya masih bersifat dinamis dan akan ditentukan berdasarkan perkembangan proyek dan kebutuhan.
Dengan adanya inovasi dan kerja sama yang kuat, diharapkan wisata di Trenggalek dapat semakin diminati oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Penyegaran kawasan wisata ini diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga memberikan pengalaman yang lebih bervariasi dan memenuhi standar pariwisata modern.
.png)


Posting Komentar